Pemohon Hibah

Wulan Dwi Agustina


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

lainnya

Pengalaman Berkarya

3 tahun

Situs Web

https://lpmarena.com/2017/07/15/hikayat-pondokwaria/, https://lpmarena.com/2017/08/06/belajar-melawan-budaya-patriarki-dari-anandhi/, https://lpmarena.com/2017/07/14/mahasiswa-dalam-konstruk-media/, https://lpmarena.com/2016/05/08/persma-menolak-dibungkam/, https://lpmarena.com/2016/04/21/hari-kartini-bukan-sekedar-ceremony/, https://lpmarena.com/2015/12/28/perempuan-bukan-objek-seksual/, https://lpmarena.com/2017/05/15/melanggar-kemerdekaan-pers-adalah-bentuk-penodaan-terhadap-demokrasi/

Media Sosial

Proyek


No. Formulir

167

Judul Proyek

EKSPEDISI KAIN SAKRAL DI BALI

Lokasi Proyek

BALI

Deskripsi Proyek

Proyek ini merupakan sebuah perjalanan atau ekspedisi yang dilakukan tiga orang perempuan untuk menemukan tiga kain sakral di Bali, yaitu kain Gringsing, kain Cepuk, dan kain Bebali. Dalam ekspedisi tersebut, kami akan mengumpulkan informasi mengenai tiga jenis kain tersebut, dari mulai sejarah, cara pembuatan, hingga kondisi para pengrajin perempuan yang membuat kain tersebut (kondisi sosial, ekonomi, dll). Hal yang kami tekankan dalam ekspedisi ini adalah Independensi para perempuan pengrajin kain dengan waktu cukup lama tersebut dengan bagaimana kesejahteraan perempuan- perempuan pengrajin tersebut. Hasil dari ekpedisi akan kami tuangkan dalam bentuk buku. Kami juga akan mengadakan pameran kain sakral Bali sekaligus diskusi publik sebagai feedback setelah dilakukannya ekpedisi tersebut.

Kategori

perjalanan

Latar Belakang Proyek

Proyek ini dilakukan karena kami ingin menilik lebih jauh tentang perempuan-perempuan Bali yang bekerja sebagai pengrajin kain (kain yang disebut “Sakral” di Bali). Sebagai seorang perempuan yang selalu “dilekatkan” dengan pekerjaan domestik (konstruk sosial soal perempuan) sebenarnya perempuan- perempuan pengrajin tersebut justru menunjukan bahwa mereka adalah perempuan yang “merdeka” dalam menekuni bidang mereka. Seorang ibu rumah tangga pun bisa berkarya dengan membuat kain sakral tersebut. Hal tersebutlah sebenarnya yang ingin kami tonjolkan agar memberi rangsangan serta edukasi kepada perempuan- perempuan di mana pun, untuk terus mengeksplore potensi yang dimiliki. Berkarya, mengembangkan bakatnya, dalam hal apapun, tanpa terkonstruk stereotipe yang ada khususnya masyarakat kita (Indonesia) tentang “perempuan”. Tidak hanya pernyataan sebelumnya, ketiga kain sakral tersebut memiliki waktu pengerjaan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Selain waktu pengerjaan yang lama ternyata kain-kain tersebut memiliki harga yang sangat tinggi di “pasar” hal ini tentu setelah melewati beberapa “tangan”. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah harga yang didapatkan pengrajin sama tingginya? Atau malah jauh di bawah harga pasaran? Hal tersebut tentu akan sangat mempengaruhi kesejahteraan pengrajin perempuan kain sakral tersebut di Bali. Kami berusaha untuk mengungkap hal- hal tersebut. Ini juga merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat dan industri untuk lebih menghargai karya penenun tradisional.

Masalah yang Diangkat

Masalah yang ingin diangkat adalah kesejahteraan pengrajin kain sakral di Bali, serta independensi perempuan pengrajin kain sakral di Bali. Disaat masyarakat khususnya di Indonesia selalu beranggapan bahwa perempuan hanya berhak melakukan pekerjaan domestik dan menempatkan perempuan sebagai manusia nomor dua, setelah laki- laki, kami berusaha mendobrak stereotipe tersebut. Dengan menghadirkan fakta bahwa setiap perempuan memiliki potensinya masing- masing dan perlu dikembangkan demi kesejahteraan mereka maupun keluarganya. Dalam hal ini pengerajin kain sakral di Bali.

Durasi Proyek

8 bulan

Indikator Sukses

- Ekspedisi selesai dengan diperolehnya informasi mendalam dan dokumentasi tentang tiga kain sakral tersebut. - Terbitnya Buku yang berisi tentang ekspedisi kain sakral yang mangangkat informasi mendalam terkait perjalanan kami (perempuan) yang menceritakan tentang tiga kain sakral di Bali serta proses dibalik pembuatan kain sakral yang dikerjakan oleh perempuan independen. - Terlaksananya Pameran “Ekspedisi Kain Sakral di Bali - Terlaksananya diskusi publik “Ekspedisi Kain Sakral di Bali” dengan mengangkat tema besar tekait wacana Kebudayaan, Keberagaman, Perempuan (Woman Studies), dan Pengarusutamaan Gender. - Ada Feedback dari masyarakat, aktivis perempuan, kaum intelektual, mahasiswa, dan media.

Dana Hibah

Rp.600 Juta