Pemohon Hibah

Ega Fausta


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

musik

Pengalaman Berkarya

4 tahun

Situs Web

Media Sosial

Proyek


No. Formulir

186

Judul Proyek

Angklung Pentatonis Ragam Laras

Lokasi Proyek

Bandung

Deskripsi Proyek

Kehidupan kesenian tradisi Sunda tidak terlepas dari adanya proses kreatif para seniman akademisi dan seniman praktisi yang menghasilkan berbagai macam inovasi. Salah satu inovasi dalam dunia seni tradisi Sunda adalah hadirnya ansembel Angklung Pentatonis Ragam Laras yang diciptakan oleh Endah Irawan. Sebetulnya, terdapat beberapa jenis angklung yang dikenal dalam dunia seni tradisi Sunda terutama yang menggunakan tangga nada pentatonis. Namun, Angklung Pentatonis Ragam Laras karya Endah Irawan ini memilili beberapa perbedaan dan keunikan tersendiri sehingga sangat menarik untuk dikaji. Dalam dunia karawitan Sunda, dikenal beberapa genre musik yang populer dan biasa dimainkan seperti Tembang Sunda Cianjuran, Kawih Wanda Anyar dan Kiliningan. Untuk memainkan genre - genre tersebut dibutuhkan ansembel musik yang berbeda - beda pula terutama apabila instrumen pengiringnya adalah gamelan. Namun, Angklung Pentatonis Ragam Laras karya Endah Irawan ini merupakan suatu ansambel musik yang mampu memainkan beberapa genre karawitan Sunda dalam satu ansembel saja. Hal ini menjadi suatu keunikan dan kelebihan tersendiri karena bermanfaat secara praktis untuk para pelaku seni terutama untuk kebutuhan efektifitas dan efisiensi pertunjukan musik. Selain itu, jika dilihat dari segi estetik Angklung Pentatonis Ragam Laras ini melahirkan suatu timbre baru sebagai suatu ansembel musik yang bisa mengiringi pertunjukan musik tradisi yang umumnya dimainkan dengan ansembel gamelan.

Kategori

riset_kajian_kuratorial

Latar Belakang Proyek

Melihat fakta yang terjadi di lapangan, angklung yang bertangga nada diatonis atau musik Barat masa kini lebih populer dan diminati masyarakat sehingga kian menggerus eksistensi musik - musik tradisi sebagai identitas suku bangsa di nusantara. Berkaca pada kejadian beberapa tahun silam tentang klaim Malaysia terhadap instrumen angklung, hal tersebut mungkin saja terjadi dan dilatar belakangi oleh popularitas angklung yang bertangga nada musik Barat yang lebih tinggi daripada angklung yang bertangga nada pentatonis yang notabene merupakan jenis alat musik yang telah berusia cukup tua yang kian hari kian mengalami penurunan eksistensi karena fungsinya sebagai sarana ritual masyarakat telah jarang ditemui. Munculnya inovasi baru yaitu Angklung Pentatonis Ragam Laras ini dapat menjadi opsi dan sarana untuk meningkatkan eksistensi dan pengetahuan bagi kalangan muda yang mungkin sudah tidak mengenal adanya jenis angklung pentatonis sebagai warisan budaya masyarakat Sunda. Namun sebelum melangkah lebih jauh, masih terdapat beberapa hal yang perlu dikaji dan diteliti terutama berkaitan dengan sistem tangga nada yang digunakan karena terdapat keunikan dan kelebihan yaitu dapat memainkan beberapa genre musik karawitan Sunda yang biasa dimainkan dengan ansembel yang berbeda - beda. Untuk itu, dibutuhkan suatu penelitian dalam bentuk kajian inovasi untuk melengkapi literasi dan sumber tertulis dari Angklung Pentatonis Ragam Laras ini.

Masalah yang Diangkat

Masalah yang paling menarik untuk dikaji dalam penelitian adalah kajian inovasi yang meliputi tiga poin utama yaitu mekanisme penciptaan ide - ide baru, teknik - teknik baru dan pola perilaku baru yang menyebabkan adanya perubahan dalam dunia tatanan karawitan Sunda akibat munculnya suatu ansambel baru yaitu Angklung Pentatonis Ragam Laras ini. Fokus utama penelitian adalah pada sistem tangga nada yang diterapkan dalam Angklung Pentatonis Ragam Laras tersebut yang menjadi ciri khas dan dapat membedakannya dengan jenis angklung - angklung yang lain. Penelitian ini merupakan penelitian seni yang dilengkapo dengan penelitian sains karena perihal sistem tangga nada khususnya, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu cabang ilmu fisika yaitu akustika nada yang mempelajari tentang penghasilan, penyampaian, pengendalian dan penerimaan bunyi yang dalam hal ini adalah bunyi dan nada yang dihasilkan dari alat musik Angklung Pentatonis Ragam Laras.

Durasi Proyek

6 bulan

Indikator Sukses

Indikator kesuksesan penelitian yang akan dilakukan adalah terungkapnya suatu sistem tangga nada baru yang dapat memainkan beberapa genre dalam musik karawitan Sunda. Sebagaimana kita ketahui, salah satu kelemahan dari suatu karya seni adalah minimnya dokumentasi. Sehingga, tulisan hasil penelitian ini akan menjadi suatu dokumentasi tertulis yang secara lengkap berisi tentang kajian inovasi khususnya dalam hal sistem tangga nadanya yang mendeskripsikan tentang suatu inovasi baru dalam dunia seni tradisi Sunda.

Dana Hibah

Rp.15 Juta