Pemohon Hibah

SILVI DWI RAMA


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

audiovisual

Pengalaman Berkarya

Saya menekuni editing video sebagai seorang editor di komunitas “MTMA Riau” selama 2 tahun belakangan ini , dan sebagai videografer di dhesan production selama 1 tahun.

Contoh Karya

Situs Web

https://www.youtube.com/channel/UCMoIkWLEITcNl04-QLhmF3Q?view_as=subscriber

Media Sosial

https://www.instagram.com/silvidwirama_/?hl=id

Proyek


No. Formulir

220

Judul Proyek

Dokumenter Perempuan Tangguh Batik Tanah Liat Lumpo

Lokasi Proyek

Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat

Deskripsi Proyek

Proyek ini merupakan proyek yang terinspirasi dan termotivasi dari semangat kerja keras perempuan-perempuan kampung di Lumpo untuk membantu perekonomian keluarga mereka dengan membuat batik tanah liat. Semangat dan kerja keras perempuan-perempuan di Lumpo selain bertujuan untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup tetapi kerja keras perempuan di Lumpo ini memainkan peran penting dalam menjaga nilai warisan seni budaya di Lumpo sendiri iaitu batik tanah liat Lumpo. Proyek ini dibuat dalam bentuk film pendek dokumenter (feature) dengan tema besar “Perempuan Tangguh Batik Tanah Liat Lumpo”. Adapun proses pembuatan film pendek tersebut melalui beberapa tahap kegiatan yaitu: tahap pra produksi, observasi, riset dan penentuan lokasi shooting dan editing.

Kategori

lintasgenerasi

Latar Belakang Proyek

Latar belakang saya sebagai putri asli daerah Lumpo Sumatera Barat memotivasi saya untuk mengangkat cerita perempuan tangguh kampung Lumpo dalam menopang kehidupan mereka dengan melestarikan budaya yang merupakan hasil karya dari perempuan minang Lumpo berupa “Batik Tanah Liat Lumpo” di Pesisir Selatan. Kehidupan perempuan Lumpo tidak seperti kehidupan masyarakat pada umumnya. Demi membantu kehidupan keluarga perempuan-perempuan Lumpo juga berperan dalam membantu perekonomian keluarga. Hal itu yang mendorong perempuan–perempuan bergerak dengan mengembangkan budaya pembuatan batik tanah liat untuk menjadi salah satu sumber ekonomi. Pembuatan batik tanah liat tersebut merupakan hasil daripada kreasi perempuan disana yang telah menjadi warisan turun temurun. Batik tanah liat lumpo merupakan batik yang berbeda dari jenis batik lainnya. Perbedaan tersebut menjadi keunikan tersendiri bagi batik tanah liat lumpo ini. Keunikannya ada pada proses perendaman untuk pewarnaan kain, dimana kain dasar direndam dalam waktu yang cukup lama yaitu selama 3 minggu. Pewarna yang digunakan terbilang unik karena mereka menggunakan bahan alami sebagai sebagai pewarna utama. Bahan alami yang menjadi pewarna tersebut berbahan dasar daripada kulit jengkol, kulit rambutan, kunyit dan bahan alami lainnya. Batik yang dihasilkan oleh perempuan daerah Lumpo Pesisir Selatan ini memiliki kualitas yang tidak kalah saing dengan batik tulis daerah lain.

Masalah yang Diangkat

Pembuatan dokumenter ini dapat membantu dalam melihat ketangguhan perempuan Minang Lumpo dalam bekerja keras untuk membantu keluarga. Proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan harkat martabat perempuan di Lumpo Pesisir Selatan yang tidak hanya sebagai perempuan yang diam begitu saja melihat keadaan sekelilingnya serta mereka juga memainkan peran dalam melestarikan budaya minang lumpo yaitu batik tanah liat agar tidak hilang dalam perkembangan zaman dan mengangkat nilai budaya yang ada pada batik tanah liat tersebut. Pembuatan film dokumenter ini diharapkan dapat mengangkat budaya perempuan minang pada batik tanah liat lumpo dan juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas.

Durasi Proyek

3 bulan

Indikator Sukses

Keberhasilan proyek ini dapat menjadi penghargaan terhadap usaha kerja keras perempuan Lumpo dan edukatif terhadap perempuan-perempuan yang lain untuk terus berjuang dan berkreasi. Hal ini juga sebagai penghargaan terhadap budaya daerah perempuan minang di Lumpo Pesisir Selatan dengan indikator perhatian dari semua pihak baik pemerintah maupun swasta untuk medukung dan mengangkat peran perempuan minang Lumpo dalam bekerja dan berperan dalam pelestarian budaya batik tanah liat tersebut.

Dana Hibah

Rp.121 Juta