Pemohon Hibah

maria tri sulistyani


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

seni_pertunjukan

Pengalaman Berkarya

12 tahun

Situs Web

www.papermoonpuppet.com

Media Sosial

ig : @papermoonpuppet / FB page : papermoon puppet theatre, Indonesia

Proyek


No. Formulir

370

Judul Proyek

Pementasan Teater Boneka "PUNO : Surat Ke Langit"

Lokasi Proyek

DI Yogyakarta

Deskripsi Proyek

"PUNO" akan mengalami perjalanan tour independen yang diinisiasi oleh Papermoon Puppet Theatre ke 4 negara di Asia Tenggara, pada bulan Mei-Juli 2018. Mulai dari Thailand, Singapura, Philipina dan kemudian kami ingin memulangkan PUNO ke Yogyakarta. Sebagai salah satu kelompok seni teater boneka kontemporer yang cukup diperhitungkan di Asia Tenggara dan juga di berbagai belahan dunia, saya merasa tur ini sangat penting, untuk membangun jejaring seniman teater boneka dan juga memberi inspirasi pada seniman tanah air atas kemungkinan membangun jaringan internasional dan regional. Dalam tour kami kali ini, Papermoon akan bekerjasama dengan festival, kelompok kolektif seniman, kantung-kantung budaya, museum, dan juga universitas. Kepulangan PUNO ke tanah air, saya harap bisa menjadi oleh-oleh ilmu pengetahuan baru bagi para seniman perempuan yang selama ini kerap merasa dunia seni adalah dominasi laki-laki. Pementasan di Yogyakarta akan digelar pada Hari/Tanggal : Kamis-Sabtu / 5-7 Juli 2018 Waktu : 17.00 WIB dan 20.00 WIB* Lokasi : Auditorium IFI, Jl. Sagan No. 3 Yogyakarta *diskusi mengenai “PUNO” dan perjalanannya di Asia Tenggara akan diadakan pada Sabtu, 7 Juli 2018, pukul 21.00 (usai pementasan terakhir).

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

"PUNO" Mengambil sudut pandang seorang anak perempuan yang mengalami kemarahan besar begitu tahu ayahnya-satu satunya orang tua yang ia miliki- sakit keras, dan akan segera pergi meninggalkannya. Karya ini pada dasarnya terinspirasi dari kisah pribadi saya, pada saat menghadapi kehilangan kedua orang tua saya saat masih remaja, disusul kehilangan kakak pertama saya, dan juga calon anak pertama saya. Kematian, adalah sesuatu yang mutlak akan kita hadapi. Tapi seberapa siap kita menghadapi lubang di dalam diri kita setelah kematian itu terjadi? Dalam pertunjukan ini, kami akan mengundang penonton untuk kembali mengenali luka-luka itu, dan mencoba menyembuhkannya. Kami mengundang semua orang, melalui akun sosial media kami, untuk mengirimkan surat kepada kerabat, atau orang tersayang yang sudah meninggal dunia. Dan kami akan menyediakan jasa untuk mengirimkan surat-surat itu ke langit. Pendekatan pembuatan karya yang sangat personal macam ini sudah saya lakukan, sebagai seniman perempuan, selama 12 tahun terakhir. Karya-karya Papermoon kemudian tanpa disadari sangat terasa feminin, karena mengutamakan rasa di dalamnya. Ini adalah sebuah alasan kenapa saya terus menerus membuat karya, karena menghaluskan rasa adalah cara menyebarkan kebaikan, dan membuat hidup lebih baik.

Masalah yang Diangkat

"PUNO" adalah karya mengenai "kehilangan". Karya ini kami dedikasikan untuk penonton anak anak dan dewasa. Di Indonesia, sangat sulit kita jumpai sebuah pertunjukan teater kontemporer yang bisa diakses oleh anak-anak (yang artinya juga bisa diakses oleh Ibu dan ayahnya). Peristiwa menonton teater bersama keluarga, kami yakini menjadi peristiwa yang pada dasarnya penting. Terutama dengan memilih tema "kehilangan", kami berharap anak bisa dilatih menajamkan rasa dan empatinya melalui pementasan ini. Versi pertama karya ini memang sempat kami pentaskan di Salihara tahun 2014 lampau, dan akhirnya kami memutuskan untuk membuat versi terbaru dari sudut pandang anak perempuan dalam karya kali ini. Sebuah komentar penting tak pernah saya lupakan dari pementasan lampau, membuat saya ingin kembali mementaskan karya ini; "Anak saya yang berusia 7 tahun sangat menikmati pertunjukan ini, sampai pada saat adegan sang ayah meninggal, anak lelaki saya menyandarkan kepalanya di bahu saya, tanpa berkata-kata. Ibu.. dadaku sesak, katanya. Anakku.. itu artinya hatimu sedih". Empati, adalah hal yang perlu kita asah lagi hari ini.

Durasi Proyek

3 bulan

Indikator Sukses

Tiket sold out. Komentar penonton yang positif. Tim yang solid Dan berjalannya acara dengan lancar sesuai rencana, tanpa berhutang.

Dana Hibah

Rp.123 Juta