Pemohon Hibah

Kurniawati Gautama


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

seni_rupa

Pengalaman Berkarya

15 tahun

Situs Web

www.niagautama.com

Media Sosial

Facebook (https://www.facebook.com/nia.gautama), Instagram (https://www.instagram.com/nia_gautama/?hl=en)

Proyek


No. Formulir

567

Judul Proyek

Pameran Sen Rupa oleh Perupa Perempuan Lintas Generasi

Lokasi Proyek

Galeri Cemara 6 Jl. HOS Cokroaminoto No. 9-11 Menteng, Jakarta 10350 , Indonesia

Deskripsi Proyek

Proyek ini merupakan pameran bersama oleh perupa perempuan, yang mengangkat tema tentang perempuan dan ditulis serta dikurasi oleh perempuan. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan perupa-perupa beragam usia yaitu rentang 30an dan 40an yang masih berjuang untuk lebih dikenal di medan seni serta berusia 20an sebagai peluang kepada para perupa baru, dengan harapan agar kekaryaan mereka mampu meramaikan Seni Rupa Indonesia. Tema besar pameran ini adalah Perempuan Sebagai Identitas. Judul pameran masih dalam olah kurasi, karena karya-karya yang akan ditampilkan nanti, merupakan karya baru yang saat ini sedang dalam proses olah karya. Perupa yang terlibat dalam pameran ini beragam yaitu pengajar yang juga seniman, mahasiswi seni yang baru lulus dari perguruan tinggi seni, serta mahasiswi yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Para perupa tersebut di atas tentunya akan menambah jumlah perupa perempuan yang ada di Indonesia dan tentunya dengan karya-karya yang segar. Pameran ini melibatkan dua orang penulis, yaitu pengajar seni rupa di salah satu perguruan tinggi negri terkemuka di Bandung yang sedang menyelesaikan studi doktoralnya dan mahasiswi seni rupa di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung yang di sela-sela studinya, mulai merintis karir sebagai curator. Kedua penulis ini tentunya akan menambah jumlah penulis perempuan di Indonesia.

Kategori

lintasgenerasi

Latar Belakang Proyek

Jumlah perupa perempuan memang lebih sedikit dibandingkan perupa laki-laki. Banyak faktor yang menyebabkan lebih sedikitnya jumlah perupa perempuan, diantaranya faktor domestik, dimana mereka harus menunda sementara untuk berkarir karena mengurus anak, ada pula yang dengan pilihannya sendiri (ataupun karena ‘tidak ada pilihan’) memutuskan berkarir sebagai ibu rumah tangga penuh dan sebagai pendukung penuh pasangannya. Selain itu, kenyataannya banyak perempuan yang berkarya namun tidak atau belum tercatat dalam medan seni. Saat ini walaupun lebih banyak upaya dilakukan untuk memberi kesempatan bagi para perupa perempuan, namun seperti disadari banyak pihak, terutama disadari oleh perempuan sendiri, bahwa kodratnya sebagai perempuan membatasi ruang gerak mereka. Pembatasan tersebut datang dari pihak luar (terutama pemikiran patriaki), yang mengkondisikan perempuan sebagai 'yang bukan utama' sehingga menjadi kewajaran dan kepatutan untuk mengalah, maupun datang dari pihak perempuan sendiri yaitu perasaan bersalah apabila menomorduakan tugas-tugas domestik. Peserta dalam pameran ini, adalah seniman yang juga pengajar, alumni dan mahasiswa dari Universitas Telkom. Keberadaan institusi ini belum banyak diketahui oleh khalayak luas terutama masyarakat seni. Selama ini, institusi seni dibidang akademik, masih didominasi oleh institusi seni yang sudah mapan. Sudah saatnya, muncul perupa-perupa baru, terutama perupa perempuan diluar institusi yang telah dominan tersebut, untuk tampil dalam medan seni.

Masalah yang Diangkat

Permasalahan yang diangkat oleh para perupa mewakili dan menyuarakan posisi mereka sebagai makhluk sosial di masyarakat ditelaah dari status gender, status sosial, kodrat ketubuhan, dan cara berpenampilan. Berdasarkan kesadaran akan posisi mereka yang masih termajinalkan serta stereotip lemahnya kaum perempuan, maka alih-alih menampilkan kerentanan tersebut, mereka mengkritisinya dengan menampilkan sisi kekuatan perempuan diantaranya dengan kesadaran untuk berani beropini, serta kepahaman terhadap kodratnya sehingga mampu menjadi pelindung bagi dirinya sendiri maupun bagi mereka yang dikasihinya. Berdasarkan subject matter yang mereka pilih, memberi gambaran bahwa perempuan mempunyai kegelisahan yang sama sehingga mereka saling berbagi, dan salah satu caranya adalah dengan berkarya seni. Melalui beragam konsep karya yang ditawarkan, nampak bahwa perbedaan usia tidak membatasi wawasan mereka. Perupa yang berusia mudapun sudah nampak wawasan dan kemampuan untuk berpikir kritis. Visual karya yang akan ditampilkan merupakan hasil olah beragam media yang akan dikemas menjadi beragam medium seni seperti patung, lukis, kriya tekstil, juga performans.

Durasi Proyek

5 bulan

Indikator Sukses

1. Pameran dikunjungi dan diapresiasi oleh para pecinta seni dan pelaku seni, seperti kritikus, akademisi, kurator, kolektor, serta seniman lainnya, 2. Pameran mendapat banyak review dari para jurnalis dari media masa terkemuka, 3. Pameran mendapatkan kritik yang membangun dari para kritikus seni, 4. Karya-karya yang ditampilkan mampu menyampaikan pesan sosial yang tepat secara visual, 5. Pameran mampu mendorong semangat perupa perempuan lain untuk brani berkarya,6. Perupa yang tampil, kemudian tercatat namanya dalam daftar perupa Indonesia.

Dana Hibah

Rp.25 Juta