Pemohon Hibah

LIA SUKMAWATI


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

sastra

Pengalaman Berkarya

5 Tahun

Situs Web

Media Sosial

Proyek


No. Formulir

596

Judul Proyek

Mengembalikan Perempuan Sasak dari Kebutaan Identitas.

Lokasi Proyek

kota selong kabupaten Lombok Timur provinsi Nusa Tenggara Barat

Deskripsi Proyek

Semakin pergantian waktu berlalu, semakin terlihat jelas bagaimana di Lombok bagian Timur mulai tergesernya tradisi oleh banyaknya budaya luar. perempuan Sasak yang berpendidikan tinggi bahkan yang keluar menuntut ilmu seringkali melupakan tradisi dari budaya nenek moyang seperti salah satunya "bebendang". kemudian, ketika masih ada yang memegang erat tradisinya, mereka merupakan perempuan Sasak yang terikat oleh patriarki daerah, dimana perempuan Sasak tersebut hanya memiliki ruang domestik bukan pada ranah publik. sehingga dengan diciptakannya festival bebendang dan kuliner khas Lombok memberikan peluang usaha memperkuat budaya dan peluang kerja sebagai salah satu solusi bagi kelompok perempuan Sasak. banyak yang dapat dilakukan oleh perempuan di Lombok termasuk salah satunya membuka usaha melalui kuliner, bertenun, dll. tetapi sebagian besar perempuan Sasak di Lombok telah di doktrin tentang keperempuanannya di control oleh kaum maskulin. dengan mengkaji dan menulisnya sebagai buku dari proses berlangsungnya festival tersebut maka harapan yang terbaik adalah generasi selanjutnya dapat lebih baik. festival bebendang dan kuliner khas Lombok juga akan dirangkaikan dengan diskusi perempuan dan budaya Lombok. sehingga acara tersebut bukan hanya sebatas hiburan tetapi peluang mengenal identitas sendiri, tentunya akan melibatkan masyarakat bawah ke atas.

Kategori

lintasgenerasi

Latar Belakang Proyek

Perempuan Sasak adalah julukan untuk perempuan yang bertanah kelahiran di Lombok Nusa Tenggara Barat. Setiap daerah selalu memiliki ikon yang akan dipertahankan dengan sangat baik, hal tersebut juga mempengaruhi cara kehidupan, berbudaya, bersosial pada masyarakat. khususnya pada kalangan perempuan Sasak. Masuknya budaya luar terutama warga negara asing membuat beberapaa wilayah di Lombok seperti melupakan identitasnya. Bebendang adalah salah satu identitas perempuan Sasak di Lombok yang seiring waktu tergeser perwujudannya oleh kepopuleran nuansa baru dalam berpakaian. mempertahankan identitas dari tradisi dan budaya merupakan salah satu penghormatan bagi daerah itu sendiri. banyak perempuan Sasak yang malu dengan salah satu identitas tersebut yaitu bebendang (menggunakan kain dalam aktifitas sehari hari di kampungnya). dari sisi kuliner atau makanan khas di lombok yang tidak memiliki khas yang valid sehingga tidak memiliki kesan sebagai tiruan. dengan adanya persoalan tersebut, saya perlu kegiatan yang dapat mengasah kepedulian dan membangkitkan kesadaran terhadap budaya sendiri. dengan cara mengadakan festival bebendang dan kuliner khas Lombok serta menuliskan buku fiksi ilmiah sebagai pedoman bisa mengingatkan tentang budaya dan keistimewaan perempuan Sasak ketika bebendang. dengan harapan generasi selanjutnya tidak melupakan budayanya sendiri hanya popularitas dari budaya luar.

Masalah yang Diangkat

1. Apakah semua perempuan Sasak di Lombok memahami identitasnya sendiri melalui budaya di NTB ? 2. Bagaimanakah langkah-langkah membangkitkan semangat perempuan Sasak dalam memahami identitasnya melalui budaya di NTB?

Durasi Proyek

7 bulan

Indikator Sukses

Festival ini menarik untuk dilaksanakan karena belum pernah dilakukan secara maksimal. kalapun pernah hanya sebatas untuk golongan tertentu, acara ini memiliki sasaran sosial yaitu dengan melibatkan semua kalangan perempuan Sasak tanpa melihat tingkatan kelas. dengan meminta kerjasama bersama dinas sosial dan dinas pariwisata atau kemdikbud, akan semakin menarik dengan menghadiahkan pemenang modal usaha untuk mengembangkan kreatifitasnya dengan membuka usaha kelompok wisata kuliner. festival ini akan diusulkan untuk kemudian hari dijadikan sebagai festival tahunan yang dilanjutkan oleh instansi yang bersedia. sehingga peluang untuk membuka lapangan kerja melalui pengembangan budaya dapat bernilai baik.

Dana Hibah

Rp.90 Juta