Kabar Terbaru

Penerima Hibah

KADEK SONIA PISCAYANTI


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

seni_pertunjukan

Pengalaman Berkarya

10 TAHUN

Contoh Karya

Situs Web

http://www.kadeksoniapiscayanti.com/category/parent-non-fiction/essays/, https://www.youtube.com/watch?v=leaY1qexeEM

Media Sosial

https://www.instagram.com/soniapisca/

Catatan Juri


Dana yang diturunkan: Rp.89 Juta

Percobaan-percobaan kreatif dalam membangun ruang bersama yang aman bagi perempuan untuk mengelola isu personal dan sosialnya masih perlu terus dicari. Kadek Sonia menawarkan upaya memperlakukan proses penciptaan teater sebagai ruang bercakap, tumbuh kembang gagasan dan saling dukung bagi sejumlah perempuan dengan beragam latar belakang di lingkungan dekatnya untuk mengurai isu-isu perempuan dan bersama-sama mencari bentuk percakapannya dengan publik. Initiatif ini kami harapkan mampu menggulirkan lebih jauh jelajah estetika teater sebagai alternatif forum pertemuan dan dialog kritis yang organik antarperempuan maupun antara perempuan dan publik.

Proyek


No. Formulir

599

Judul Proyek

11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah

Lokasi Proyek

Singaraja

Deskripsi Proyek

Saya ingin menciptakan jejaring “perempuan mendengar perempuan”. Jejaring ini ingin saya bentuk dan saya kembangkan di masyarakat, agar perempuan memiliki “teman yang dapat memahaminya”. Di tengah tekanan berbagai persoalan, perempuan terhimpit banyak isu. Ekonomi, kesehatan, sosial, budaya, politik, hingga keamanan. Saya sebagai perempuan Bali dan seorang ibu menyadari bahwa peran perempuan sangat kompleks sehingga ia harus cerdas membagi peran dan tanggung jawab terhadap keluarga, masyarakat, dan terutama terhadap dirinya sendiri. Yang terpenting pula, ia harus menemukan siapa dirinya, apa tujuan hidupnya dan apa bentuk eksistensinya sebagai perempuan. Jika hal ini diabaikan, perempuan akan terpuruk, terjatuh dan merasa putus asa. Untuk itulah saya ingin membuat project kolaborasi “11 Ibu, 11 Panggung, 11 Kisah” ini. Project teater yang melibatkan 11 perempuan sebagai aktor utama dan menceritakan kisah mereka sendiri dalam bentuk monolog. Monolog 11 Perempuan ini akan melibatkan pula komunitas, jejaring sosial media yang akhirnya akan membentuk inisiasi komunitas perempuan mendengar perempuan. Konsep kolaborasi akan dijalankan dengan cara melibatkan 11 perempuan ini dalam dialog yang saling melengkapi, mereka bukan hanya aktor di dalam panggungnya sendiri, namun juga kru di panggung mereka dan panggung perempuan lainnya.

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Beberapa waktu lalu, di Bali, seorang ibu membunuh 3 orang anaknya lalu bunuh diri! https://www.jawapos.com/baliexpress/read/2018/02/21/51224/ngakunya-mau-ngajar-malah-ke-rumah-bajang-lalu-bunuh-tiga-anaknya Saya mencerna ini dengan hati-hati. Saya perempuan, saya ibu. Tentu saya bersimpati pada sang ibu. Pertanyaannya: mengapa ini semua terjadi, dan mengapa hal ini bisa terjadi, mengapa tak ada yang cukup sensitif mencegah ini terjadi, kemana saja keluarganya, mengapa ibu ini sendiri, dan ribuan pertanyaan lainnya. Sebagai perempuan dan ibu, saya merasa sakit, menyayangkan mengapa peristiwa itu bisa terjadi. Terlebih sebagai perempuan Bali, saya makin sedih, mengapa kasus ini hingga separah ini, di lingkungan sekitarnya tak ada yang menolong perempuan ini ketika dia terhimpit masalah. Saya juga sangat kaget dan terpuruk mengetahui bahwa seorang ibu yang juga seorang guru ini berani membunuh anak sendiri, bahkan tak lagi ingat dengan hukum karma, dan Tuhannya. Saya tidak menghakiminya, justru ingin berada bersama perempuan itu, ingin mendukungnya di bawah tekanan social media bullying yang menerpanya. Tak ada sesuatu yang terjadi dengan tiba-tiba, semua pasti ada alasannya. Saya ingin bergerak langsung. Saya ingin menciptakan jejaring “perempuan mendengar perempuan”.

Masalah yang Diangkat

project kolaborasi “11 Ibu, 11 Panggung, 11 Kisah” ini adalah kolaborasi yang mewadahi dialog antar perempuan. Dialog didahului dengan mendengar dan merasa. Lalu bersimpati, lalu mendukung. Project ini adalah gerakan kesadaran perempuan bahwa suara mereka layak didengar dan diapresiasi. Bahwa perjuangan mereka layak dihargai. Selama ini perempuan sering berjuang dalam sunyi, menghadapi masalah dalam sunyi, dan frustrasi. Saya ingin mendengar mereka, memberikan mereka panggung bercerita. Bukan untuk mencari sensasi, tapi untuk berbagi. Jadi konsep kolaborasi ini konsep bekerja bersama dalam membuat pementasan dengan teater monolog dengan pendekatan realis, dimana panggung adalah realitas yang mereka jalani, dan mereka bermain sebagai aktor monolog sekaligus sebagai karakter diri sendiri, menjadi juru cerita (story teller) dalam bingkai cerita yang mereka pilih sendiri dari perjalanan hidup mereka sendiri. Sebagai penulis naskah dan sutradara, saya akan menuliskan kisah mereka kembali dalam konteks estetika naskah teater dan mengarahkan mereka dalam konteks estetika panggung. Mereka ibu-ibu sederhana yang lahir dan tumbuh bersama keluarga, berjuang untuk keluarga dan bertahan. Mereka pejuang hidup sesungguhnya dan tak peran mereka layak disebut pahlawan keluarga.

Durasi Proyek

8 bulan

Indikator Sukses

terciptanya society awareness terhadap perjuangan perempuan terciptanya reaksi positif dari audiens terciptanya jejaring perempuan yang makin solid

Dana Hibah

Rp.89 Juta

Selamat Kepada Penerima Hibah