Pemohon Hibah

Linda Nursanti


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

audiovisual

Pengalaman Berkarya

2 tahun

Contoh Karya

Situs Web

Media Sosial

https://www.instagram.com/lindanursanti_/

Proyek


No. Formulir

611

Judul Proyek

Kuapok (Evakuasi Popok)

Lokasi Proyek

Wringinanom/Gresik/Jawa Timur

Deskripsi Proyek

Kuapok adalah film dokumenter pendek berdurasi 24 menit tentang gerakan kampanye pembebasan sungai Brantas dari popok sekali pakai yang digagas oleh Brigade Kuapok (Evakuasi Popok) karena salah satu limbah domestik yang mendominasi adalah sampah popok sekali pakai, terlihat dari hasil riset World Bank tahun 2017 menunjukkan komposisi sampah di laut didominasi sampah organik (44%), popok atau diapers (21%), tas kresek atau plastik (16%), sampah lain (9%), pembungkus plastik (5%), beling kaca, metal (4%), botol plastik (1%). Film ini diawali dari dampak negatif dari membuang popok di sungai yaitu selain mencemari air sungai, juga terjadi penyimpangan ekosistem perairan berupa dominasi ikan betina (80%). Penelitian Universitas Brawijaya tahun 2013 menunjukkan, 25% ikan bader di Kali Mas Surabaya di hilir Brantas mengalami intersex dan air sungai juga sebagai bahan baku PDAM untuk nantinya dikonsumsi masyarakat. Brigade Kuapok (Evakuasi Popok) hadir untuk mengkampanyekan pembebasan sungai Brantas dari popok sekali pakai dan pembalut dan mengajak masyarakat khususnya para wanita yang paling bersinggungan popok bayinya atau pembalutnya untuk tidak membuangnya ke sungai.

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Air sungai menjadi bahan baku utama PDAM di beberapa wilayah di Indonesia. Menurut Prof. Dr. Ir. Djoko M. Hartono Guru Besar Ilmu Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, air sungai pada saat ini masih menjadi salah satu pilihan instalasi pengolahan air minum PDAM. Walaupun dari segi kualitas air, merupakan yang terburuk dibandingkan dengan sumber air baku lainnya. Namun dari segi kuantitas dan kontinuitas masih tersedia dalam jumlah banyak dibandingkan dengan ke 3 (tiga) sumber air baku yang lain. Persoalannya adalah kualitas air permukaan sekarang ini cenderung menurun, baik karena adanya limbah cair yang berupa limbah domestik maupun limbah industri, serta sampah. Salah satunya adalah Sungai Brantas menjadi bahan baku PDAM Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Permasalahannya kini kualitas air sungai Brantas semakin buruk akibat pencemaran limbah domestik maupun industri. Hal ini menjadi kegelisahan saya sebagai penduduk yang tinggal di kota Gresik yang memanfaatkan air PDAM untuk kehidupan sehari-hari. Kegelisahan ini mendorong adanya suatu tindakan nyata. Seperti meningkatkan sosialisasi agar masyarakat dan industri tidak membuang limbah cair maupun sampah ke air permukaan. Bentuk sosialisasi yang dapat dilakukan yaitu melalui media film dokumenter.

Masalah yang Diangkat

Pencemaran sungai di Indonesia menurut KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) 75 persen air sungai di Indonesia sudah tercemar berat, khususnya dari limbah domestik. Salah satu limbah domestik yang mendominasi adalah sampah popok sekali pakai, terlihat dari hasil riset World Bank tahun 2017 menunjukkan komposisi sampah di laut didominasi sampah organik (44%), popok atau diapers (21%), tas kresek atau plastik (16%), sampah lain (9%), pembungkus plastik (5%), beling kaca, metal (4%), botol plastik (1%). Diperparah dengan adanya kepercayaan masyarakat terhadap mitos suleten, yaitu masyarakat percaya jika membakar atau membuang popok ke tempat sampah maka anaknya akan kena ruam atau iritasi kulit, sebagian besar warga membuang popok ke badan air biar adem / tidak rewel. Dampak dari pembuangan popok ke sungai selain mencemari air sungai, juga terjadi penyimpangan ekosistem perairan berupa dominasi ikan betina (80%). Penelitian Universitas Brawijaya tahun 2013 menunjukkan, 25% ikan bader di Kali Mas Surabaya di hilir Brantas mengalami intersex. Selain itu air sungai juga sebagai bahan baku PDAM untuk nantinya dikonsumsi masyarakat. Dari permasalahan tersebut, berkolaborasi dengan brigade Kuapok (evakuasi popok) bersama-sama mengkampanyekan pembebasan sungai dari sampah popok melalui film dokumenter sebagai media pendukung kampanye.

Durasi Proyek

8 bulan

Indikator Sukses

Terciptanya sebuah media pendukung kampanye bebaskan sungai dari sampah khususnya sampak popok sekali pakai dan pembalut

Dana Hibah

Rp.150 Juta