Pemohon Hibah

Proyek


No. Formulir

700

Judul Proyek

Ayah Ibuku Sebenarnya Peduli

Lokasi Proyek

DKI Jakarta

Deskripsi Proyek

Film pendek dengan durasi 5-7 menit yang menggambarkan perbedaan antara: 1. Anak perempuan yang menerima pendidikan seksual tidak hanya dari sekolah tapi langsung dari kedua orangtua dan dimana ayahnya secara nyata memperlakukan wanita secara umum dan sang ibu dengan penuh hormat. Anak tersebut menerima bimbingan secara konsisten dari kecil hingga remaja, sesuai dengan umurnya. 2. Anak perempuan di sekolah yang sama namun dengan keluarga yang beralasan 'tertutup', 'kaku' & asumsi bahwa "anak pasti tahu sendiri", tidak pernah menerima pendidikan atau nasihat seputar seksualitas. Film ini akan (a) memperlihatkan orangtua betapa besar pengaruh kata-kata dan tindakan mereka sehari-hari dalam membentuk pola pikir dan perilaku seksual anak mereka & (b) mendorong orangtua untuk bertindak, mengambil peran terutama dalam mendidik anak dalam aspek seksualitas. Karena jika tidak, akan selalu ada pornografi dan orang dengan niat jahat yang siap menggantikan orangtua, mengambil peran utama tersebut dan merusak seksualitas mereka yang masih muda.

Kategori

lintasgenerasi

Latar Belakang Proyek

Peristiwa pelecehan seksual terutama dalam 1 tahun terakhir dan video ini (https://www.youtube.com/watch?v=dP7OXDWof30) mendorong saya untuk mencari tahu lebih dalam mengenai pola pikir dan perilaku anak remaja wanita di Indonesia. Saya mewawancara beberapa remaja wanita secara kasual (rentang usia 12-25) dan melakukan penelitian informil terhadap faktor-faktor yang membentuk pola pikir dan tingkah laku seksual mereka. Saya menemukan kekosongan yang sangat dalam di pendidikan kesehatan seksual untuk anak dan remaja Indonesia. Melalui survei kecil, saya menemukan bahwa dari 15 anak yang percaya bahwa orangtuanya menentang seks pranikah, hanya 1 yang mendengar secara jelas pesan "Jangan melakukan hubungan seks di luar nikah." Empat belas anak lainnya tidak pernah mendengar pesan tersebut secara spesifik apalagi menerima pendidikan seksual dari orangtua. Tujuan utama survei ini adalah untuk menunjukkan perbedaan yang besar antara ekspektasi yang dipikul dibandingkan dengan pendidikan yang diberi agar anak dapat menavigasi pubertas secara bijak dan memiliki kesehatan seksual (pola pikir dan perilaku) yang baik; Tujuan survei sama sekali tidak bersangkut paut dengan topik seks pranikah. Saya memiliki adik berusia remaja dan saya sadar betul pentingnya pendidikan seksual yang datang langsung dari rumah atau keluarga inti dan tidak hanya dari sekolah.

Masalah yang Diangkat

Mengajak orangtua melihat konsekuensi pilihan mereka: mengambil alih pendidikan seksual anak mereka atau bersikap acuh. Dengan video atau film singkat ini, kami berharap dapat mendorong para ayah mengambil inisiatif dan memberi perlindungan pada anak perempuan, baik melalui kata-kata dan perilaku dia terhadap wanita sehari-hari (termasuk anak perempuannya), maupun melalui nasihat dan didikan seksual langsung dari kedua orangtua. Selain itu, film ini juga menekankan kepada orangtua bahwa pendidikan seksual bukan hal tabu yang boleh diabaikan, namun merupakan bagian pendidikan dasar dan tanggung jawab orangtua terhadap anak yang patut diberikan.

Durasi Proyek

6 bulan

Indikator Sukses

Kuantitas: Jumlah video ditonton, jumlah video dibagikan, jumlah video disukai, jumlah orang yang mendaftarkan email agar dapat menerima tips seputar edukasi seksual untuk anak. Kualitas: Review, komentar orangtua, komentar remaja dan anak muda, komentar dari organisasi pendidikan seperti sekolah dan dari organisasi wanita.

Dana Hibah

Rp.150 Juta

Louise Jessica Liyadi


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

audiovisual

Pengalaman Berkarya

Baru ingin memulai

Contoh Karya

Situs Web

https://www.mediscerdas.com/

Media Sosial

https://www.instagram.com/mediscerdas/?hl=id