Pemohon Hibah

Proyek


No. Formulir

827

Judul Proyek

Keindahan Tanpa Batas

Lokasi Proyek

DKI Jakarta, Semarang, Bali

Deskripsi Proyek

Proyek ini merupakan kolaborasi jangka panjang antara penulis (Dian Purnomo), juru foto (Lisa Pasaribu), Departemen Kriminologi UI dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI. Kami berharap proyek ini merupakan kerja jangka panjang untuk memberikan contoh praktik baik kolaborasi berbagai pihak dalam menjadikan penjara perempuan sebagai tempat yang lebih layak bagi perempuan narapidana dari perspektif kesempatan berkarya. \r\nProyek akan diawali dengan serangkaian diskusi dengan perempuan narapidana untuk mendapatkan gambaran kebutuhan berkarya mereka yang belum terfasilitasi. \r\nSetelah mendapatkan gambaran kebutuhan, kami bersama-sama dengan tim akan memberikan fasilitasi pelatihan karya yang dapat dipamerkan di luar penjara. \r\nPameran karya adalah salah satu tonggak penting proyek ini. Dimana di dalamnya menampilkan karya perempuan narapidana, pemeran foto kegiatan dan cerita dari balik jeruji, serta memberikan akses terhadap pengunjung untuk menjadi relawan dan berkontribusi terhadap kebutuhan perempuan narapidana. Hasil pameran akan diserahkan untuk memberikan fasilitas berkesenian perempuan narapidana. Pameran ini juga bertujuan untuk melibatkan lebih banyak orang serta media agar paham dan peduli terhadap isu perempuan di dalam pemenjaraan.\r\nLanjutan dari pameran ini adalah memfasilitasi kebutuhan perempuan narapidana dan relawan di dalam kerangka seni.

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Saya bersama dengan Departemen Kriminologi UI dan Puska Perlindungan Anak UI melakukan berbagai penelitian di penjara sejak tahun 2010. Selama itu pula kami melihat adanya kebutuhan tidak terjawab bagi teman-teman yang dipenjarakan. Diantara kelompok marjinal yang ada, perempuan dan anak yang dipenjarakan adalah yang paling tidak 'terlihat'. Penjara dibangun dan dikelola berdasarkan asumsi dan kebutuhan penghuni laki-laki. Misalnya, karena budaya patriarki, pengasuhan anak menjadi tanggung jawab perempuan. Sementara ketika perempuan yang punya anak dipenjarakan, penjara tidak memberikan fasilitas untuk mereka.\r\nKami melihat bahwa ada banyak potensi di dalam penjara, termasuk potensi berkesenian yang kemudian menjadi terbungkam karena pemenjaraan. Bahkan kami melihat bahwa bukan hanya kebebasan yang dipenjarakan, tetapi kemanusiaan seseorang juga ikut dimatikan di penjara. \r\nHal ini yang membuat kami tertarik untuk memberikan ruang karya bagi perempuan narapidana dengan memamerkan karya mereka dan jika subyek berkenan, memasang foto mereka di dalam pameran. Menunjukkan karya bagi perempuan di dalam penjara bukan sekedar panggung eksistensi, tetapi juga merupakan media pemulihan dari trauma dan membangun harga diri. \r\nKami menganggap berkesenian menjadi penting karena dengan mengasah kepekaan terhadap lingkungan. Dan hal ini baik untuk perempuan narapidana yang sedang menjalani hukuman.

Masalah yang Diangkat

Menyuarakan yang tidak terdengar, memberikan kesempatan yang tidak dianggap. Dua hal tersebut yang kami coba angkat di dalam proyek. Begitu masuk ke dalam sistem peradilan dan divonis bersalah, maka semakin hilang gambar perempuan dari lingkungan sosialnya. Penjara seharusnya hanya memenjarakan kebebasan, tapi faktanya juga memenjarakan kreativitas, kesempatan maju, berkarya, mengikuti perkembangan zaman, dan mempertahankan eksistensi. \r\nProyek ini direncanakan sebagai proyek jangka panjang, kolaborasi dari berbagai pihak yang telah disebutkan sebelumnya untuk memberikan ruang karya bagi perempuan narapidana. Proyek ini diawali dengan pameran karya perempuan narapidana, peluncuran buku, yang merupakan kumpulan tulisan perempuan narapidana dengan bantuan penulisan dan editing dari tim. Dengan tulisan, suara mereka didengarkan, karya yang dipamerkan jika terjual maka akan kami serahkan untuk kepentingan berkarya perempuan narapidana. \r\nDengan seizin subyek, akan ada foto-foto kegiatan yang dipamerkan. \r\nPameran ini merupakan langkah awal di mana sebelumnya kami akan memberikan pelatihan serta kegiatan-kegiatan lain dengan perempuan narapidana. Di dalam pameran kami mengajak pengunjung aktif terlibat di dalam proyek dengan berbagai pilihan: menjadi teman korespondensi, menjadi relawan untuk kegiatan di penjara, atau menjadi donatur untuk proyek ini.\r\nDari proyek ini kami bermimpi terbentuk komunitas peduli perempuan narapidana.

Durasi Proyek

1 bulan

Indikator Sukses

- diikuti oleh setidaknya 150 perempuan narapidana\r\n- pameran dihadiri oleh 3000 pengunjung\r\n- 50 relawan aktif mendaftarkan diri pada kegiatan \r\n- selesainya buku karya perempuan narapidana\r\n- kegiatan diliput oleh 20 media

Dana Hibah

Rp.510 Juta

Dian Yuliasri


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

sastra

Pengalaman Berkarya

12 tahun

Contoh Karya

Situs Web

www.dianpurnomo.com

Media Sosial

@dianpurnomo