Siaran Pers

Penerima Hibah

Jelsy Meivira


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

penelitian

Pengalaman Berkarya

5 Tahun melakukan penelitian di 14 Kabupaten Provinsi Kalimantan Barat.

Situs Web

Media Sosial

facebook : jelsy meivira ,instagram : jelsy_meivira

Catatan Juri


Dana yang diturunkan: Rp.20 Juta

Masakan adalah salah satu wujud karya kebudayaan yang dinamis, yang dipengaruhi oleh interaksi antar kelompok masyarakat yang beragam. Penggagas telah memiliki hasil riset awal mengenai masakan-masakan khas di 14 Kabupaten di Kalimantan Barat. Dengan mengikuti proses dalam forum inkubator, kami berharap dapat memperkuat desain pamerannya sehingga ia dapat menawarkan cara pandang baru terhadap interaksi lintas budaya yang dipelopori perempuan melalui karya kuliner.

Proyek


No. Formulir

923

Judul Proyek

Periuk Wanita Kalimantan Barat

Lokasi Proyek

Kota Pontianak,Kalimantan Barat

Deskripsi Proyek

Menunjukkan hasil dari penelitian serta mengangkat budaya terutama dalam bidang kuliner, pakaian adat, barang etnik , logat bahasa serta perilaku kehidupan wanita di kalimantan barat yang memiliki beragam multi etnis. Pertunjukkan ini berupa Pameran yang menampilkan simulasi kehidupan para wanita yang tersebar di berbagai pelosok daerah Kalimantan Barat bahkan hingga ke pedalaman yang jarang bahkan tidak diketahui generasi saat ini. Barang-barang yang unik dan yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari juga akan didisplay pada pameran ini.

Kategori

riset_kajian_kuratorial

Latar Belakang Proyek

Indonesia memiliki beragam suku dan keunikan di tiap daerahnya, saya terlahir di Kalimantan Barat yang memiliki tiga suku asli yaitu Melayu, Dayak dan Tionghoa. Keharmonisan dalam keberagaman suku terjalin. Mendengar kisah para kerabat yang biasa pulang kampung ke kabupaten, membuat saya penasaran. Akhirnya di tahun 2012 saya ikut bersama kerabat ke Kabupaten Sekadau. Ternyata perjalanan sangat ekstrim hingga menembus hutan dan sampailah saya di Desa Buaya dimana terdapat suku Dayak Mualang dengan Rumah adat mereka. Selama berkunjung saya mendapatkan hal dan pengetahuan baru yang sangat luar biasa, antara laian adalah melihat kebiasaan wanita di rumah adat yang selalu menumbuk padi di subuh hari, alat yang di gunakan dalam menumbuk adalah lesung yang terbuat dari kayu belian dengan berat kurang lebih 50Kg. Makanan khas mereka yang tidak saya temui di Kota seperti Ulun. Dari situlah, saya menabung untuk meneliti dan masuk lebih dalam ke jantung kalimantan dan mengabadikan setiap momen melalui foto, catatan, rekaman bahkan pengumpulan resep khas di tiap daerah dengan tujuan dan harapan suatu hari nanti saya dapat menunjukkan masyarakat Indonesia khususnya Kalimantan Barat akan kayanya budaya bahkan yang menjaga budaya tersebut 80% adalah kaum wanita.

Masalah yang Diangkat

Perlunya wadah untuk mengeksplorasi dan menampilkan hasil dari keberagaman khas etnik dari suku yang belum terjamah dan tak pernah terekspos yang telah saya teliti di 14 Kabupaten di Kalimantan Barat.

Durasi Proyek

4 bulan

Indikator Sukses

Masyarakat lebih mengenal keberadaan para kaum wanita dari daerah 14Kabupaten yang belum terekspos. Terjalinnya kerjasama dengan Badan Pemberdayaan Wanita dan Badan Riset Sejarah di Kalimantan Barat.

Dana Hibah

Rp.63 Juta

Selamat Kepada Penerima Hibah