Pemohon Hibah

Wini Angraeni


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

audiovisual

Pengalaman Berkarya

di atas 5 tahun

Contoh Karya

Situs Web

http://www.sedapfilms.com/short-film/ CONTOH KARYA

Media Sosial

instagram: @winiang @blinkity_blank

Proyek


No. Formulir

978

Judul Proyek

Ruang Tengah

Lokasi Proyek

Jabodetabek

Deskripsi Proyek

“Ruang Tengah” adalah talkshow yang membahas peran kerja ibu dalam pengasuhan beragam anak berkebutuhan khusus. Karakter utama dalam proyek adalah ibu yang menjadi sosok sentral dalam pengasuhan anak di keluarga, terlebih lagi di tengah keluarga Indonesia pada umumnya yang masih kental dengan budaya patriarki, di mana peran pengasuhan biasanya “dibebankan” kepada ibu, terlepas apakah ibu tersebut bekerja atau tidak bekerja. Padahal pengasuhan anak, bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, namun juga melibatkan peran seluruh anggota keluarga. Setiap episode akan menghadirkan 2 keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus: (1) keluarga yang sudah cukup berhasil mendidik anaknya, (2) keluarga yang masih berupaya keras mendidik anaknya menjadi mandiri. Tiga tema disajikan dalam webseries 18 episode dengan durasi setiap episodenya 10 menit ditayangkan di Youtube. Presenter akan menjadi pemantik agar ibu dan kedua keluarga berefleksi mengenai peran mereka di tengah keluarga; dan semua narasumber akan diajak untuk memberikan “tips ala mereka” terkait dengan keberadaan anggota keluarga mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Keluarga yang akan dipilih adalah keluarga urban di Jabotabek yang tinggal jauh dari pusat kota, sehingga manajemen waktu menjadi persoalan bagi sebuah keluarga. Hasil proyek akan diluncurkan dalam diskusi yang mengundang akademisi, orang tua anak, dan anak-anak berkebutuhan khusus yang telah mandiri.

Kategori

lintasgenerasi

Latar Belakang Proyek

Pada November 2017, penggagas proyek (Wini Angraeni dan Chairun Nissa), dalam sebuah diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) yang kami adakan untuk mengenal lebih dekat dunia anak tuli, kami mengundang narasumber ibu dan anak tuli. Dua orang ibu yang hadir memiliki pengalaman yang bertolak belakang dalam pola pengasuhan anaknya. Satu ibu adalah perempuan yang bekerja di kantor dengan satu anak perempuan tuli (kini 16 tahun), yang terlalu melindungi anaknya (over protective) dan belum berhasil mendidik anaknya menjadi mandiri --anaknya bahkan masih memiliki hambatan besar dalam berkomunikasi kendati mendapatkan pendidikan dasar di SLB tuli. Sedangkan satu ibu lainnya, ia dan keluarga bisa berbagi peran untuk mendorong kedua anak perempuan yang tuli menjadi mandiri: mereka kini mahasiswa yang seperti layaknya anak lainnya terbiasa pergi ke manapun seorang diri --dengan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum, dan bahkan sudah bisa bekerja sampingan. Semua orang tua yang mengetahui anaknya tuli akan bingung menghadapi masa depan anaknya, namun informasi yang tepat bisa menjadi jalan agar anak tuli kelak bisa mendapatkan pengasuhan terbaik yang sesuai bagi pertumbuhannya. Bukan hanya anak tuli, namun juga semua orang tua anak berkebutuhan khusus lainnya memiliki persoalan yang sama.

Masalah yang Diangkat

Mendorong anak berkebutuhan khusus menjadi mandiri itu sulit, sehingga memerlukan cara khusus dan harus melibatkan peran seluruh anggota keluarga. Faktanya selama ini cenderung hanya ibu yang berperan aktif dalam pengasuhan anak.

Durasi Proyek

6 bulan

Indikator Sukses

(1). Mempertemukan para orang tua sebagai narasumber utama adalah sebuah keberhasilan awal. Karena dari sini, mereka bisa berkenalan, bertukar pengalaman, dan saling memberi motivasi. Seperti pengalaman saat kami mempertemukan para ibu dari anak tuli, kisah sukses dalam mendidik anak tuli menjadi motivasi bagi ibu-ibu dengan anak tuli lainnya; (2). Ketika video dibagikan ke publik, setiap orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus akan bisa mengakses dengan mudah, sehingga pengalaman merawat anak berkebutuhan khusus bisa menjadi pembelajaran bagi para orang tua lainnya; (3). Hasil proyek akan menjadi refleksi bagi penonton mengenai posisi mereka dalam keluarga; (4). Peluncuran hasil proyek disertai diskusi dengan akademisi diharapkan bisa mendorong kajian-kajian berikutnya di bidang tumbuh kembang anak.

Dana Hibah

Rp.760 Juta