Kabar Terbaru

Penerima Hibah

KAHI ATA RATU


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

musik

Pengalaman Berkarya

48 TAHUN

Situs Web

www.ppp.virb.com

Media Sosial

Catatan Juri


Dana yang diturunkan: Rp.150 Juta

Upaya penting penerusan pengetahuan dan praktik salah satu jenis musik Sumba Timur ke generasi selanjutnya, yang dimainkan oleh pemusik perempuan. Kahi Ata Ratu adalah salah satu dari sedikit perempuan yang piawai memain-nyanyikan musik jungga, alat musik petik yang lebih dikenal dalam ranah musik laki-laki. Hasil dari perekaman dan pencatatan musik yang dimainkan oleh Ata Ratu, menjadi bahan penting bagi anak-anak Sumba Timur yang akan melanjutkan tradisi jungga. Selain itu, kami berharap bahwa inisiatif perekaman dan pencatatan akan memperkaya tidak hanya khazanah musik/nyanyian Sumba Timur dan Nusantara, namun juga sebagai sumber inspirasi bagi karya-karya baru seniman musik di Sumba dan di tempat lain di Indonesia.

Proyek


No. Formulir

995

Judul Proyek

Perempuan Sumba dan Music Tradisional

Lokasi Proyek

WAINGAPU / SUMBA TIMUR / NUSA TENGGARA TIMUR

Deskripsi Proyek

Saya seorang wanita sumba yang peduli terhadap pelestarian budaya yang hampir punah ini mau mengajukan dana hibah dalam rangka kolaborasi pelestarian lagu – lagu sumba yang sangat tua yang hampir punah dan hanya ada beberapa orang tua yang tersisa di sumba yang bisa menyanyikan lagu sumba ini sehingga perlu beberapa bulan untuk melakukan riset dan kolaborasi dengan beberapa orang tua yang masih tersisa dan perlu waktu untuk mengumpulkan mereka. Saya juga harus mempelajari kembali lagu – lagu lama yang hampir punah tersebut. Jika hasil riset dan kolaborasi saya telah rampung maka saya akan mendokumentasikan lagu – lagu yang telah saya pelajari melalui rekaman dan pembuatan video. Setelah itu saya akan melakukan pertunjukkan ke 3 lokasi untuk memperkenalkan music tradisional sumba sekaligus juga akan memperkenalkan karya – karya yang baru saya cipta.

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Music tradisional Sumba sudah mulai dilupakan bahkan menjadi barang langka di kampungnya sendiri. Music tradisional tidak mendapat perhatian dari generasi muda saat ini karena era modern yang membawa generasi muda untuk lebih fokus kepada musik - musik modern. Persoalan ini terjadi karena salah satu alasan yaitu tidak banyaknya promosi dan pengenalan mengenai music tradisional. Di Sumba, ada beberapa pemusik tradisional yang saat ini terus mengembangkan upaya pelestarian music sumba tetapi pemusik didominasi oleh laki – laki dan terbatas sekali perempuan yang fasih memainkan music tradisional, sekaligus menciptakan lagu. Oleh karena itu saya ingin melakukan riset mengenai lagu – lagu dulu yang hampir punah dan juga melakukan kolaborasi dengan generasi tua untuk dapat mempertahankan kelestarian lagu – lagu dulu yang sudah tidak dikenal oleh generasi muda saat ini. Saya ingin mengatakan kepada dunia dan generasi muda saat ini bahwa wanita juga mampu untuk berkarya dan juga bisa memimpin para pria.

Masalah yang Diangkat

Saya, Ata Ratu adalah salah satu pemusik traditional sumba dan pencipta lagu. Saya telah berkarya lebih dari 48 tahun sejak saya berusia 8 tahun bersama dengan tiga orang wanita lainnya tetapi tiga orang dari teman saya memilih untuk berhenti berkarya karena tidak mendapatkan dukungan dari suami setelah menikah. Tetapi saya adalah perempuan yang berani menyuarakan emansipasi wanita dan berani mengatakan kepada suami untuk mendukung saya dalam bermusik. saya berhasil untuk mendapatkan dukungan dari sang suami dan juga berhasil menciptakan banyak sekali lagu – lagu sumba yang luar biasa tetapi karya saya hanya dikenal dalam kalangan terbatas karena beberapa kendala yang saya alami yaitu : 1. Publikasi yang terbatas 2. Belum ada pertunjukan yang secara khusus menampilkan karya – karya saya 3. Belum ada pendokumentasian karya – karya saya 4. Banyak lagu tua yang belum dikenal di generasi muda saat ini yang hampir punah 5. Belum ada pertunjukkan yang mengkolaborasikan antara generasi tua dan generasi saya

Durasi Proyek

9 bulan

Indikator Sukses

1. Riset dan kolaborasi dengan minimal 4 orang spesialis music lagu dulu dari generasi tua dan juga seorang spesialis akan mengajarkan bahasa mendalam. 2. Ada minimal 3 pertunjukan (konser) musik tradisional Sumba dan lagu-lagu ciptaan saya di 3 lokasi untuk menampilkan lagu dulu yang sudah saya pelajari dan juga lagu yang baru saya ciptakan. 3. Setiap pertunjukan dihadiri oleh 100 orang dari berbagai latar belakang pendidikan, status sosial, gender, usia 4. Ada 300 booklet yang berisikan lagu-lagu yang saya ciptakan dan saya nyanyikan dalam konser. Saya menulis lirik dalam Bahasa Kambera ( Bahasa Sumba ), Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Dana Hibah

Rp.150 Juta

Selamat Kepada Penerima Hibah