Aplikasi pembelajaran mandiri

054

054 - Aplikasi pembelajaran mandiri

Tujuan dari aplikasi ini adalah :

  1. Mengembangkan keinginan belajar mandiri siswa.

  2. Membantu siswa untuk belajar mandiri. Dengan menggunakan media video, audio ataupun dokumen, siswa diharapkan dapat belajar sendiri, dengan dipandu oleh pendidik.

  3. Melakukan evaluasi hasil belajar siswa. Setelah siswa belajar mandiri, dilakukan evaluasi, sifatnya bisa tugas, kuis ataupun ujian, yang tujuannya untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Tujuan dari evaluasi ini bukan untuk membuat siswa mendapat nilai evaluasi tinggi tetapi lebih kepada substansinya, apakah siswa tersebut mengerti atau tidak materinya.

  4. Pengawasan kemajuan siswa. Dengan aplikasi ini, pendidik atau orangtua dapat mengetahui : – perkembangan siswa terhadap materi tertentu. – kesulitan kesulitan yang dialami siswa tertentu. – topik-topik mana yang membutuhkan waktu lebih bagi siswa tertentu. – siswa yang perkembangannya baik dapat diminta untuk membantu siswa lain yang mengalami kesulitan. – Grafik perkembangan secara umum per siswa, per kelas dan secara keseluruhan.

  5. Tanya Jawab dari siswa untuk siswa.

  6. Membantu mengatasi permasalahan sekolah di HInterland. Beberapa masalah yang ada di sekolah hinterland : – keterbatasan para pendidik. – keterbatasan transportasi. – Keterbatasan sumber energi – Keterbatasan infrastruktur Teknologi Informasi – Keterbatasan anggaran Teknologi Informasi

Nomor:
054

Nama Lengkap Inisiator:
Tandhy Bintang Parlindungan Simanjuntak

Lokasi:
Jakarta

Judul Proyek:
Aplikasi pembelajaran mandiri untuk siswa Sekolah Dasar Hinterland menggunakan tablet berbasis android sebagai alat bantu proses belajar mengajar

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
siswa sekolah dasar, usia 9-11 tahun di daerah Hinterland, kepulauan Riau

Ukuran Keberhasilan:
Berikut adalah parameter yang digunakan setelah dilakukan peluncuran perdana :
1. Penambahan jumlah pengguna, tiap bulan sejumlah 30 siswa.
2. penambahan jumlah konten yang diakses, masing-masing konten harus diakses minimum sejumlah pengguna, tiap bulan tiap materi diakses sejumlah pengguna.
3. perubahan nilai siswa di sekolah setelah menggunakan aplikasi ini, setelah ujian tengah semester atau ujian akhir.
4. Sekolah yang terlibat bertambah, minimum 1 sekolah tiap 2 bulan.

Tipe Konten:
Video pembelajaran(edukasi) untuk siswa sekolah dasar.

Strategi Distribusi:
sosialiasi ke setiap sekolah dasar di daerah hinterland, dengan membawa tablet dan aplikasi yang siap digunakan.<br /> Tiap minggu 2 sekolah dasar yang dikunjungi, selama 3 bulan.

Kuantitas Output Konten:
video edukasi perlu disiapkan sebelumnya, oleh tenaga pengajar yang profesional di bidangnya, dengan penyampaian yang mudah dimengerti oleh siswa. Setiap topik akan memiliki jumlah video dan durasi yang berbeda, tapi setiap video akan berdurasi minimal 3 menit dan maksimal 10 menit. Apabila sebuah topik membutuhkan waktu, sebagai contoh 1 jam, maka topik tersebut akan memiliki video 6-10 video.

Dana yang Diminta:
Rp. 1.1 Milyar

Deskripsi Proyek:
Tujuan dari aplikasi ini adalah :<br /> 1. Mengembangkan keinginan belajar mandiri siswa.<br /> <br /> 2. Membantu siswa untuk belajar mandiri.<br /> Dengan menggunakan media video, audio ataupun dokumen, siswa diharapkan dapat belajar sendiri, dengan dipandu oleh pendidik.<br /> <br /> 3. Melakukan evaluasi hasil belajar siswa.<br /> Setelah siswa belajar mandiri, dilakukan evaluasi, sifatnya bisa tugas, kuis ataupun ujian, yang tujuannya untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Tujuan dari evaluasi ini bukan untuk membuat siswa mendapat nilai evaluasi tinggi tetapi lebih kepada substansinya, apakah siswa tersebut mengerti atau tidak materinya.<br /> <br /> 4. Pengawasan kemajuan siswa.<br /> Dengan aplikasi ini, pendidik atau orangtua dapat mengetahui :<br /> – perkembangan siswa terhadap materi tertentu.<br /> – kesulitan kesulitan yang dialami siswa tertentu.<br /> – topik-topik mana yang membutuhkan waktu lebih bagi siswa tertentu.<br /> – siswa yang perkembangannya baik dapat diminta untuk membantu siswa lain yang mengalami kesulitan.<br /> – Grafik perkembangan secara umum per siswa, per kelas dan secara keseluruhan.<br /> <br /> 5. Tanya Jawab dari siswa untuk siswa.<br /> <br /> 6. Membantu mengatasi permasalahan sekolah di HInterland.<br /> Beberapa masalah yang ada di sekolah hinterland :<br /> – keterbatasan para pendidik.<br /> – keterbatasan transportasi.<br /> – Keterbatasan sumber energi<br /> – Keterbatasan infrastruktur Teknologi Informasi<br /> – Keterbatasan anggaran Teknologi Informasi

Definisi Masalah:
aplikasi ini mengatasi masalah:<br /> 1. Keinginan belajar mandiri siswa.<br /> 2. Pendidikan non-formal.<br /> 3. Evaluasi pemahaman siswa.<br /> 4. Pengawasan perkembangan siswa.<br /> 5. Masalah sekolah itu sendiri, yaitu keterbatasan pendidik, keterbatasan transportasi, keterbatasan sumber energi, keterbatasan infrastruktur Teknologi Informasi,eterbatasan anggaran Teknologi Informasi.

Cara Mengatasi:
1. Keinginan belajar mandiri siswa.<br /> Dengan memberikan tampilan aplikasi yang menarik dan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap pendidikan.<br /> 2. Pendidikan non-formal.<br /> Dengan menggunakan media video, audio ataupun dokumen, siswa diharapkan dapat belajar sendiri, tentu saja dengan dipandu oleh pendidik.<br /> 3. Evaluasi pemahaman siswa.<br /> Tujuan dari evaluasi ini bukan untuk membuat siswa mendapat nilai evaluasi tinggi tetapi lebih kepada substansinya, apakah siswa tersebut mengerti atau tidak materinya.<br /> 4. Pengawasan perkembangan siswa.<br /> Dengan aplikasi ini, pendidik atau orangtua dapat mengetahui :<br /> – perkembangan siswa.<br /> – kesulitan kesulitan yang dialami.<br /> – Grafik perkembangan secara umum per siswa.<br /> 5. Masalah sekolah itu sendiri, yaitu keterbatasan pendidik, keterbatasan transportasi, keterbatasan sumber energi, keterbatasan infrastruktur Teknologi Informasi,eterbatasan anggaran Teknologi Informasi.<br /> Aplikasi ini dapat diakses secara mandiri oleh siswa, tidak tergantung waktu dan tempat.

Perkembangan Proyek