Membangun Jurnalisme Warga dan Informasi Edukatif di Kawasan Gambut Riau

090

090 - Membangun Jurnalisme Warga dan Informasi Edukatif di Kawasan Gambut Riau

Proyek ini akan mengubah layanan pesan singkat (SMS) pada selular menjadi informasi awal dari masyarakat desa di sekitar hutan gambut di Riau untuk mendorong penguatan peran mereka dalam menjaga hutannya melalui pendekatan jurnalisme warga. Dan penyebaran informasi edukatif kepada masyarakat di kawasan gambut Riau dengan membangun data base nomor hp berbasis wilayah. Akan terbentuknya jaringan jurnalis warga di 13 desa dan menghubungkan mereka dengan media profesional melalui anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru melalui SMS gateway. Diharapkan informasi dari desa-desa pelosok bisa menyebar lebih cepat sebagai informasi awal bagi wartawan sehingga bisa terkonfirmasi secara cepat. Ini akan meminimalisir ketidakpastian informasi yang ada di masyarakat. Informasi yang diSMS jaringan jurnalis warga ini adalah yang berkaitan dengan isu hutan dan lingkungan di desanya dan dikirim ke sebuah program SMS lalu diedit oleh editor yang ditunjuk lalu diserbarkan ke seluruh anggota AJI melalui SMS gateway. Selain itu JMGR akan secara rutin menyebarkan-luaskan informasi edukasi dan pengetahuan hukum, sosek dan perubahan iklim. Penyebarluasan info edukatif ini bukan saja akan diterima oleh jaringan jurnalis warga tetapi sebanyak mungkin masyarakat di desa tersebut. Sehingga dibutuhkan data base nomor hp warga berbasiskan wilayah yang dihimpun oleh JMGR. Sehingga informasi edukatif itu akan disebar secara tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan wilayah/desa.

Nomor:
090

Nama Lengkap Inisiator:
Isnadi Esman

Lokasi:
Riau

Organisasi:
Jaringan Masyarakat Gambut Riau

Judul Proyek:
Membangun Jurnalisme Warga dan Informasi Edukatif di Kawasan Gambut Riau

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Masyarakat di 13 desa di 3 kawasan hamparan gambut (Semenanjung Kampar, Giam Siak Kecil dan Pulau Padang) Riau yang merupakan basis JMGR dan media.

Ukuran Keberhasilan:
– Terselenggaranya pelatihan jurnalisme warga sebanyak 4 kali di 13 desa dan materinya disusun oleh AJI Pekanbaru.
– Terbentuknya jaringan jurnalis warga minimal 5 orang di setiap desa.
– Aktifnya media online sebagai back up untuk publikasi informasi dari jurnalis warga sekaligus menjadi media para jurnalis warga.
– Terhimpunnya nomor hp warga dari anggota JMGR sebagai database untuk penyebaran informasi edukatif.
– Penyebaran informasi melalui SMS gateway dari JMGR sifatnya edukatif dan informatif kepada masyarakat di desa tersebut minimal 10 kali dalam satu bulan.
– Adanya info dari jurnalis warga yang difollow up oleh media arus utama atau pengutipan sumber berita dari media online milik jurnalis warga.

Tipe Konten:
Teks informasi dari warga berupa isu lingkungan, konflik tenurial, kebakaran hutan. Teks informasi edukatif berupa pengetahuan hukum, sosial ekonomi, perubahan iklim

Strategi Distribusi:
1. Mensosialisasikan program ini kepada seluruh anggota JMGR yang tersebar di 13 desa di 4 kecamatan, 3 kabupaten di Riau.<br /> 2. Bekerjasama dengan media-media lokal di setiap kegiatan pelatihan.<br /> 3. Bekerjasama dengan AJI Pekanbaru<br /> 4. Asistensi secara reguler terhadap jurnalis warga dengan mengadakan diskusi yang mengikutsertakan masyarakat lainnya di desa mereka.<br /> 5. Pemanfaatan jaringan di sosial media seperti facebook, twitter, blog dan lainnya.

Kuantitas Output Konten:
1. Konten dari masyarakat tidak terbatas sepanjang masih sesuai dengan kriteria isu 2. Konten edukatif satu kali sehari. 3. Di masa tertentu kuantitas output konten akan meningkat terkait dengan isu aktual di wilayahnya

Dana yang Diminta:
Rp. 460 Juta

Deskripsi Proyek:
Proyek ini akan mengubah layanan pesan singkat (SMS) pada selular menjadi informasi awal dari masyarakat desa di sekitar hutan gambut di Riau untuk mendorong penguatan peran mereka dalam menjaga hutannya melalui pendekatan jurnalisme warga. Dan penyebaran informasi edukatif kepada masyarakat di kawasan gambut Riau dengan membangun data base nomor hp berbasis wilayah. Akan terbentuknya jaringan jurnalis warga di 13 desa dan menghubungkan mereka dengan media profesional melalui anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru melalui SMS gateway. Diharapkan informasi dari desa-desa pelosok bisa menyebar lebih cepat sebagai informasi awal bagi wartawan sehingga bisa terkonfirmasi secara cepat. Ini akan meminimalisir ketidakpastian informasi yang ada di masyarakat. Informasi yang diSMS jaringan jurnalis warga ini adalah yang berkaitan dengan isu hutan dan lingkungan di desanya dan dikirim ke sebuah program SMS lalu diedit oleh editor yang ditunjuk lalu diserbarkan ke seluruh anggota AJI melalui SMS gateway. Selain itu JMGR akan secara rutin menyebarkan-luaskan informasi edukasi dan pengetahuan hukum, sosek dan perubahan iklim. Penyebarluasan info edukatif ini bukan saja akan diterima oleh jaringan jurnalis warga tetapi sebanyak mungkin masyarakat di desa tersebut. Sehingga dibutuhkan data base nomor hp warga berbasiskan wilayah yang dihimpun oleh JMGR. Sehingga informasi edukatif itu akan disebar secara tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan wilayah/desa.

Definisi Masalah:
Jumlah hutan gambut di Riau 4,04 juta ha atau sektiar 48% dari wilayah Riau dan merupakan 56% dari total gambut di Sumatra. Namun gambut Riau telah rusak 60%, pemicu utamanya adalah praktik buruk investasi di sektor kehutanan dan perkebunan. Sementara terdapat ratusan ribu jiwa di puluhan desa yang kehidupannya bergantung pada kelestarian hutan gambut. Pemanfaatan hasil hutan yang selama ini terbuka akses bagi masyarakat telah menjamin penyediaan sumber penghidupan mereka secara berkelanjutan antargenerasi. Namun pemberian izin pengelolaan hutan gambut oleh pemerintah kepada perusahaan sektor kehutanan dan perkebunan telah menutup akses masyarakat terhadap hutan mereka. Investasi di gambut tidak mematuhi regulasi terkait telah banyak memicu konflik penguasaan ruang yang memakan korban. Informasi tentang kerusakan lingkungan dan konflik di desa terpencil seringkali terlambat diketahui publik melalui media.

Cara Mengatasi:
Jumlah hutan gambut di Riau 4,04 juta ha atau sektiar 48% dari wilayah Riau dan merupakan 56% dari total gambut di Sumatra. Namun gambut Riau telah rusak 60%, pemicu utamanya adalah praktik buruk investasi di sektor kehutanan dan perkebunan. Sementara terdapat ratusan ribu jiwa di puluhan desa yang kehidupannya bergantung pada kelestarian hutan gambut. Pemanfaatan hasil hutan yang selama ini terbuka akses bagi masyarakat telah menjamin penyediaan sumber penghidupan mereka secara berkelanjutan antargenerasi. Namun pemberian izin pengelolaan hutan gambut oleh pemerintah kepada perusahaan sektor kehutanan dan perkebunan telah menutup akses masyarakat terhadap hutan mereka. Investasi di gambut tidak mematuhi regulasi terkait telah banyak memicu konflik penguasaan ruang yang memakan korban. Informasi tentang kerusakan lingkungan dan konflik di desa terpencil seringkali terlambat diketahui publik melalui media.

Perkembangan Proyek