Menghitung Karbon di Hutan dengan SMS

118

118 - Menghitung Karbon di Hutan dengan SMS

Penghitungan serapan karbon oleh pohon/tumbuhan dilakukan dengan cara mensensus pohon/tumbuhan yang telah ditanam oleh anggota Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari di lahan yang mereka kelola dalam Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR). Sensus pohon/tumbuhan ini dilakukan dengan mengolah SMS yang dikirimkan anggota SHK Lestari berkait dengan pohon/tumbuhan yang mereka kelola. Data sensus pohon/tumbuhan yang dikirimkan anggota SHK Lestari melalui SMS kemudian diolah oleh komputer server menggunakan persamaan alometrik biomassa dan karbon. Sementara SMS yang masuk akan dikelola menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh komunitas MK-160. Keluaran pengolahan data sensus SMS melalui persamaan alometrik akan dibandingkan dengan data awal penghitungan serapan karbon yang pernah dilakukan pada tahun 2010. Dengan melihat perbandingan data serapan karbon tersebut, dapat di analasi estimasi laju deforestrasi dan laju reforestrasi yang dilakukan masyarakat. Data penghitungan karbon tersebut kemudian di diseminasikan dengan para pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan menjadi kertas posisi kondisi hutan dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Kertas posisi tersebut akan menjadi salah satu referensi untuk kepentingan advokasi dan perumusan kebijakan oleh berbagai pihak. Publikasi data penghitungan karbon dan hasil diseminasi di lakukan melalui website SHK Lestari, website Desa, dan radio komunitas.

Nomor:
118

Nama Lengkap Inisiator:
Rifky Indrawan

Lokasi:
Tanjung Karang, Lampung

Organisasi:
Jaringan Radio Komunitas Lampung (JRKL)

Judul Proyek:
Menghitung Karbon di Hutan dengan SMS

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
UPTD Tahura WAR (Pesawaran, Lampung), petani di desa Hanura, Hurun dan Cilimus

Ukuran Keberhasilan:
369 orang anggota SHK Lestari aktif mengirimkan 10 SMS perminggu. Terdata minimanl 100 jenis pohon/tumbuhan yang ditanam masyarakat dalam kawasan hutan yang berkontribusi menyerap karbon. Terdata jumlah serapan karbon 1.000 Ha lahan Tahura WAR yang dikelola oleh anggota SHK Lestari. Terumuskannya langkah advokasi pengelolaan hutan di tahun 2016 berdasarkan dampak pengelolaan hutan oleh masyarakat sepanjang tahun 2014-2015

Tipe Konten:
Luas lahan hutan yang dikelola, jenis pohon/tumbuhan yang ditanam di hutan, jumlah pohon/tumbuhan dan jumlah serapan karbon dari masing-masing anggota SHK Lestari yang mengelola kawasan hutan TAHURA WAR.

Strategi Distribusi:
Data serapan karbon masing-masing anggota SHK Lestari dipublikasikan melalui web komunitas. Data serapan karbon masing-masing petani anggota SHK Lestari dipublikasikan melalui web desa berdasarkan domisili.Data serapan karbon masing-masing petani anggota SHK Lestari dipublikasikan melalui siaran onair dan online RDGL FM dan JRKL. Data serapan karbon masing-masing petani anggota SHK Lestari didiskusikan melalui pertemuan-pertemuan bersama pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan Tahura WAR.

Kuantitas Output Konten:
Ada 3690 SMS tentang sensus pohon/tumbuhan yang dikirimkan setiap minggu. Ada 369 data perhitungan jumlah serapan karbon setiap bulan. Ada perbandingan serapan karbon setiap bulan

Dana yang Diminta:
Rp. 750 Juta

Deskripsi Proyek:
Penghitungan serapan karbon oleh pohon/tumbuhan dilakukan dengan cara mensensus pohon/tumbuhan yang telah ditanam oleh anggota Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari di lahan yang mereka kelola dalam Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR). Sensus pohon/tumbuhan ini dilakukan dengan mengolah SMS yang dikirimkan anggota SHK Lestari berkait dengan pohon/tumbuhan yang mereka kelola. Data sensus pohon/tumbuhan yang dikirimkan anggota SHK Lestari melalui SMS kemudian diolah oleh komputer server menggunakan persamaan alometrik biomassa dan karbon. Sementara SMS yang masuk akan dikelola menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh komunitas MK-160. Keluaran pengolahan data sensus SMS melalui persamaan alometrik akan dibandingkan dengan data awal penghitungan serapan karbon yang pernah dilakukan pada tahun 2010. Dengan melihat perbandingan data serapan karbon tersebut, dapat di analasi estimasi laju deforestrasi dan laju reforestrasi yang dilakukan masyarakat. Data penghitungan karbon tersebut kemudian di diseminasikan dengan para pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan menjadi kertas posisi kondisi hutan dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Kertas posisi tersebut akan menjadi salah satu referensi untuk kepentingan advokasi dan perumusan kebijakan oleh berbagai pihak. Publikasi data penghitungan karbon dan hasil diseminasi di lakukan melalui website SHK Lestari, website Desa, dan radio komunitas.

Definisi Masalah:
Pengelolaan hutan oleh masyarakat belum diakui pemerintah karena pemerintah beranggapan masyarakat tidak memberikan kontribusi postif pada peningkatan kualitas lingkungan. Penghitungan serapan karbon pohon/tumbuhan terkesan sangat rumit, didominasi ilmuwan dan tidak dapat dilakukan oleh masyarakat awam. Penghitungan serapan karbon dalam sebuah kawasan hutan yang selama ini dilakukan sangat minim partisipasi masyarakat pengelola hutan tersebut. Partisipasi masyarakat dalam mengelola hutan tidak pernah diakui positif, bahkan masyarakat selalu dituduh merusak hutan. Kesadaran masyarakat pengelola hutan untuk melestarikan hutan sangat lemah karena meraka tidak menyadari bentuk dan dampak pengelolaan hutan. Hasil penghitungan serapan karbon dalam sebuah kawasan hutan tidak terpublikasi dengan baik kepada khalayak.

Cara Mengatasi:
Penghitungan serapan karbon pohon/tumbuhan menggunakan persamaan alometrik biomassa dan karbon ternyata dapat menggunakan bantuan teknologi SMS (terkelola dalam SMS center dan server) yang melibatkan masyarakat dalam sebuah kawasan. Penghitungan karbon oleh masyarakat di lahan hutan yang mereka kelola akan menjadi tolok ukur langkah advokasi hutan, antara lain penanaman dan pengayaan tanaman hutan.Masyarakat pengelola hutan diberikan sosialiasi tentang jenis pohon/tumbuhan yang memiliki nilai ekonomis dan memiliki serapan karbon yang tinggi. Hasil penghitungan karbon oleh masyarakat atas pengelolaan hutan yang dilakukannya di publikasikan melalui website komunitas, website desa dan radio komunitas. Hasil penghitungan karbon melalui SMS oleh masyarakat didiseminasi menjadi rumusan advokasi. Selain itu, kegiatan serupa akan direplikasi di kelompok SHK PBL (dilokasi yang berdekatan dengan SHK Lestari)

Perkembangan Proyek