Menghubungkan Kampung Gambut pada Dunia

159

159 - Menghubungkan Kampung Gambut pada Dunia

Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan desa yang memiliki potensi perikanan luar biasa. Kawasan Desa Muara Siran juga sebagian besar merupakan kawasan gambut dalam. Pada beberapa wilayah, terdapat gambut berayun, yang merupakan ekosistem yang langka dan unik. Masyarakat Desa Muara Siran telah bersepakat untuk menjadikan kawasan gambut di desanya sebagai kawasan yang dilindungi, unutk kepentingan budaya dan perikanan, serta kehidupan mereka. Cerita-cerita Kerajaan Tertua di Kalimantan sangat berkaitan dengan kawasan ini. Keterbatasan akses informasi, utamanya ketersediaan saluran komunikasi seluler dan internet, menjadi sebuah tantangan bagi warga desa. Saat ini sudah tersedia provider seluler di ibukota Kecamatan, yang berjarak 45 menit menggunakan perahu dari Desa. Warga desa yang memiliki satu SMA filial, satu SMP dan satu SD ini sangat ingin memperoleh jaringan komunikasi, terutama seluler dan internet. Saat ini baru terpasang antena seluler tambahan untuk kantor desa.

Nomor:
159

Nama Lengkap Inisiator:
Pajar Gumelar

Lokasi:
Samarinda, Kalimantan Timur

Organisasi:
Biosfer Manusia (Bioma)

Judul Proyek:
Menghubungkan Kampung Gambut pada Dunia

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Pelajar SMA Muara Siran, Pemerintah Desa dan BPD, Kelompok Usaha, BUMDes

Ukuran Keberhasilan:
1. Terpasangnya jaringan komunikasi seluler yang dapat digunakan untuk mengakses internet dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga desa.
2. 5 orang warga desa terlatih dalam mengelola jaringan (networking) internet
3. 100 orang warga desa dapat memanfaatkan jaringan internet untuk mempublikasikan cerita dari desa
4. Satu buah laman desa Muara Siran berdomain .desa.id
5. Satu perangkat lunak sistem informasi desa, meliputi profil desa, administrasi kependudukan, keuangan, dan aktivitas di desa.
6. Pemerintahan Desa dapat berkomunikasi langsung dengan Camat dan Bupati untuk menginformasikan pelaksanaan program pembangunan

Tipe Konten:
Perangkat keras yang dimodifikasi adalah server, openBTS, dan RTRWNet. Keberadaan perangkat ini adalah untuk memenuhi kebutuhan jaringan komunikasi seluler di dalam desa, serta jaringan internet.

Strategi Distribusi:
Warga akan dilatih untuk memanfaatkan jaringan yang telah disediakan, serta dilakukan pelatihan bagi pemuda desa yang disepakati desa untuk melakukan pemeliharaan jaringan.<br /> <br /> Dengan adanya perangkat keras yang dibuat, maka dibangun sistem-sistem perangkat lunak pendukung dalam bentuk Sistem Informasi Desa, serta dilakukan pemantauan pemanfaatan terhadap perangkat keras yang telah dibuat.

Dana yang Diminta:
Rp. 730 Juta

Deskripsi Proyek:
Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan desa yang memiliki potensi perikanan luar biasa. Kawasan Desa Muara Siran juga sebagian besar merupakan kawasan gambut dalam. Pada beberapa wilayah, terdapat gambut berayun, yang merupakan ekosistem yang langka dan unik. Masyarakat Desa Muara Siran telah bersepakat untuk menjadikan kawasan gambut di desanya sebagai kawasan yang dilindungi, unutk kepentingan budaya dan perikanan, serta kehidupan mereka. Cerita-cerita Kerajaan Tertua di Kalimantan sangat berkaitan dengan kawasan ini.<br /> Keterbatasan akses informasi, utamanya ketersediaan saluran komunikasi seluler dan internet, menjadi sebuah tantangan bagi warga desa. Saat ini sudah tersedia provider seluler di ibukota Kecamatan, yang berjarak 45 menit menggunakan perahu dari Desa. Warga desa yang memiliki satu SMA filial, satu SMP dan satu SD ini sangat ingin memperoleh jaringan komunikasi, terutama seluler dan internet. Saat ini baru terpasang antena seluler tambahan untuk kantor desa.

Definisi Masalah:
Keterbatasan akses telekomunikasi dan internet bagi warga desa, menjadi sebuah tantangan dalam mengabarkan informasi desa dan memperoleh informasi dari luar desa. Perjalanan yang harus ditempuh ke ibukota kecamatan kurang lebih 45 menit menggunakan ketinting, dan ditambah 4 jam perjalanan darat untuk menuju ibukota Kabupaten. Saat ini ibukota kecamatan telah memiliki jaringan teresterial dengan ibukota kabupaten.

Cara Mengatasi:
Membangun media komunikasi internal desa, membangun jaringan internet wireless bagi warga desa, meningkatkan kapasitas warga desa dalam pemanfaatan internet dan pengelolaan sistem informasi desa, serta menguatkan jaringan telekomunikasi dengan ibukota kecamatan dan kabupaten.

Perkembangan Proyek