Deteksi Dini ADD/ADHD

174

174 - Deteksi Dini ADD/ADHD

Orang tua, guru, dan praktisi kadang memandang wajar perilaku yang muncul di usia 3-8 tahun seperti anak menyukai hal-hal tertentu dan muncul perilaku aktif. Orang tua, guru, dan praktisi dapat melakukan deteksi dini terhadap anak sehingga segera dapat dilakukan penanganan yang sesuai untuk meminimalisir risiko anak dengan ADD/ADHD berikut juga rujukan ke psikolog, terapi, atau rumah sakit tumbuh kembang anak terdekat.

Nomor:
174

Nama Lengkap Inisiator:
Nunung Elisabet

Lokasi:
Sragen, Jawa Tengah

Judul Proyek:
Deteksi Dini ADD/ADHD untuk Orang tua, Guru, dan Praktisi

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Orangtua, guru, dan praktisi

Ukuran Keberhasilan:
– target peserta sosialisasi
orang tua 20 dusun @20 peserta =400 peserta
guru 20 sekolah @10 peserta = 200 peserta
praktisi dan umum 9 kampus @50 peserta = 450 peserta
selama seminggu 3x selama 6 bulan
– Pengguna aplikasi android minimal 500 orang dalam waktu 6 bulan
– pengguna sms berlangganan min 500 orang dalam waktu 6 bulan
– Terdapat minimal 3 provider seluler yang menjadi partner untuk sms konten

Tipe Konten:
- Mobile application (android dan IOS) :konsep hybrid mobile application dengan pada perangkat android, iOS. Konsep hybrid mobile application menggunakan framework mobile titanium
- WebService: Aplikasi ini bertujuan mengirimkan reminder serta mengelola komunitas online (forum diskusi)
-Layanan SMS

Strategi Distribusi:
– Bekerjasama dengan psikolog, terapis, dan rumahsakit<br /> <br /> – Sosialiasi melalui seminar, Social Media, Web, layanan sms berlangganan<br /> <br /> – Software dirancang menggunakan bahasa indonesia<br /> – Menggunakan Local DB sehinggan meminimalkan koneksi internet<br /> – GUI di desain mudah dan menarik digunakan<br /> – aplikasi dapat digunakan secara online dan offline<br /> interaktif dapat dilakukan ketika terkoneksi dengan internet dan atau secara sms berlangganan.

Dana yang Diminta:
Rp. 389 Juta

Deskripsi Proyek:
Orang tua, guru, dan praktisi kadang memandang wajar perilaku yang muncul di usia 3-8 tahun seperti anak menyukai hal-hal tertentu dan muncul perilaku aktif. Orang tua, guru, dan praktisi dapat melakukan deteksi dini terhadap anak sehingga segera dapat dilakukan penanganan yang sesuai untuk meminimalisir risiko anak dengan ADD/ADHD berikut juga rujukan ke psikolog, terapi, atau rumah sakit tumbuh kembang anak terdekat.

Definisi Masalah:
1. Data anak usia sekolah dengan ADHD di Indonesia mengalami peningkatan dari 4%-12% (Koran Sindo OL).<br /> 2. Minimnya informai tentang ADHD pada orang tua mengakibatkan kesalahan penanganan dan pola asuh terhadap anak dengan ADHD, contoh kasis anak laki-laki usia 10 tahun dengan ADHD di Malang mengalami pemasungan dan hampir terbakar ketika rumahnya mengalami kebakaran. Padahal anak dengan ADHD dapat ditangani dengan terapi hormon otak baik secara medis maupun pembentukan perilaku. (http://www.adhd-centre.com/adhd-article/16-anak-adhd-hiperaktif-di-pasung-dok-sindo-tv)<br /> 3. Anak dengan ADD/ADHD mengalami kesulitan dalam melakukan pemusatan perhatian. Hal ini akan memunculkan masalah baru ketika anak duduk di bangku sekolah jika guru tidak memahami karakter anak dengan ADD/ADHD. Anak akan mendapat label nakal atau bodoh karena dianggap tidak disiplin dan tidak memperhatikan guru ketika belajar di kelas.(http://tumbuhkembanganakku.com/2013/09/22/penyebab-dan-faktor-resiko-adhd/)

Cara Mengatasi:
Sosialiasi ADD/ADH, kebutuhan, penanganan, dan rujukan<br /> Adapun fitur dari aplikasi yang akan dibangun:<br /> a. Informasi ADD/ADHD<br /> b. Cek list deteksi ADD/ADHD untuk orang tua, guru, dan praktisi<br /> c. Data rujukan psikolog, terapis/lembaga terapi, dan rumah sakit tumbuh kembang.<br /> d. SMS berlangganan

Perkembangan Proyek