Rekam Medik untuk Semua

241

241 - Rekam Medik untuk Semua

Proyek ini akan mengembankan piranti lunak berbasis awan untuk menyimpan dan mengakses rekam medik. Para dokter dapat mengisi dan melihat sejarah penyakit dan pengobatan seorang pasien agar dapat mendiagnosa dengan lebih benar dan memberikan pengobatan dengan lebih tepat. Para pasien dapat mengakses informasi kesehatan pribadinya dan bisa dengan mudah untuk diperlihatkan kepada para pihak yang memerlukannya.

Nomor:
241

Nama Lengkap Inisiator:
Rahmad Dawood

Lokasi:
Aceh

Organisasi:
Telematics Research Center, Universitas Syiah Kuala

Judul Proyek:
Rekam Medik untuk Semua

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Langsung: para dokter dan para pasiennya. Tidak langsung pemerintah.

Ukuran Keberhasilan:
Yang akan dikembangkan adalah pilot aplikasi yang masih perlu dibuktikan terlebih dahulu apakah bakal bermanfaat atau tidak, mencari tahu apa saja permasalahan dalam pemakaiannya, dan mempelajari cara untuk memperluas pemakaiannya sebelum benar-benar dipakai oleh khalayak ramai. Kesemua ini semua feasible untuk dilakukan dalam kurun waktu satu tahun. Jadi target rinci untuk satu tahun berupa:
1. Adanya piranti lunak rekam medik berbasis awan;
2. Adanya antar muka ke piranti lunak berbasis tablet yang dapat diakses oleh para dokter;
3. Adanya antar muka ke piranti lunak berbasis smartphone dan berbasis SMS yang dapat diakses oleh para pasien;
4. Uji coba lapangan terhadap 3-5 dokter yang berpraktek swasta;
5. Terjadi akses oleh para pasien dari para dokter yang terlibat dalam uji coba lapangan.

Tipe Konten:
Komponen-komponen utama:
* Server yang berbasis awan untuk menyimpan semua rekam medik pasien dengan aman;
* Jaringan 3G agar perangkat mobile dapat mengakses layanan awan untuk mengakses data rekam medik;
* Antar muka di tablet untuk para dokter dapat mengisi dan melihat rekam medik seorang pasien;
* Antar muka di smartphone untuk para pasien dapat melihat rekam mediknya;
* Antar muka berbasis SMS untuk para pasien yang tidak memiliki smartphone agar dapat melihat rekam mediknya;
* Keamanan untuk menjamin kerahasian data dan pemberian akses sesuai kehendak si pasien.

Strategi Distribusi:
Untuk trial dalam kurun waktu 1 tahun ini, sudah ada sejumlah dokter yang akan memakainya. Dengan sendirinya para pasiennya akan memiliki akses terhadap aplikasi ini. Salah satu kesepakatan dengan para dokter ini adalah tim akan mendigitalisasi sejumlah rekam medik berbasis kertasnya terutam yang terkini, tanpa ini susah bagi mereka untuk mau terlibat. Disamping itu tim juga akan meminjamkan tablet kepada para dokter ini (yang tidak memilikinya) untuk mengakses aplikasi.<br /> 1. Aplikasi akan berbasis awan sehingga dapat diakses oleh jaringan 3G darimana saja di Indonesia;<br /> 2. Antar muka, baik di tablet untuk para dokter maupun di smartphone untuk para pasien, akan dikembangan dengan mengadopsi teknik-teknik HCI/HCD (e.g. http://www.ideo.com/work/human-centered-design-toolkit/) yang telah luas diakui;<br /> 3. Agar aplikasi juga bisa diakses oleh para pasien yang tidak memiliki smartphone maka versi berbasis SMS juga akan dikembangkan;<br /> 4. Biaya pemakaian selama trial gratis dan SMS juga memakai tarif pengiriman standar.

Dana yang Diminta:
Rp. 250 Juta

Deskripsi Proyek:
Proyek ini akan mengembankan piranti lunak berbasis awan untuk menyimpan dan mengakses rekam medik. Para dokter dapat mengisi dan melihat sejarah penyakit dan pengobatan seorang pasien agar dapat mendiagnosa dengan lebih benar dan memberikan pengobatan dengan lebih tepat. Para pasien dapat mengakses informasi kesehatan pribadinya dan bisa dengan mudah untuk diperlihatkan kepada para pihak yang memerlukannya.

Definisi Masalah:
Rekam medik (medical record) adalah catatan sejarah penyakit yang dialami dan sejarah pengobatan yang pernah dijalankan seseorang. Di Indonesia rekam medik umumnya masih bersifat tertulis dimana para dokter mencatatnya diatas kertas dan disimpan pada praktek si dokter atau pada institusi dimana si dokter bertugas. Padahal rekam medik ini sangat penting untuk bisa diakses oleh para dokter lain yang sedang mengobati si pasien agar si dokter dapat mendiagnosa penyakitnya dengan benar (i.e. dapat mempertimbangkan sejarah penyakit yang pernah dialami sebelumnya) dan dapat memberikan pengobatan yang sesuai (i.e. hindari alergi, dosis yang benar karena sensitivitas, dll). Tetapi karena rekam medik masih dikertas susah sekali untuk diakses oleh para dokter lain. Disamping itu, para pasien juga tidak memiliki akses atas informasi pribadinya ini yang penting bagi dia untuk mendapatkan second opinion atau third opinion dengan tenaga medis lainnya untuk memverifikasi apa yang sedang dideritanya.

Cara Mengatasi:
Mengembanngkan piranti lunak Rekam Medik berbasis awan yang dapat diakses oleh perangkat mobile bahkan oleh hp jadul sekalipun. Para dokter dapat memasukkan sejarang penyakit dan pengobatan seorang pasien via tablet pribadi bahkan dapat mengakses informasi ini dari mana saja. Para pasien dapat memiliki akses terhadap informasi medis pribadinya dari hp-nya dan dapat membagi-bagikannya kepada siapa saja yang dia kehendaki.

Perkembangan Proyek