Informasi Bersama Menjalankan Produksi Bersama

251

251 - Informasi Bersama Menjalankan Produksi Bersama

Karena dapur adalah laboratorium di mana perempuan menuangkan kreativitas mereka . Wanita adalah seniman di dapur mereka , di mana mereka mendapatkan kreatif dan mempertahankan keragaman. Pan4women adalah sebuah wadah yang bertujuan untuk menciptakan dapur kolektif bagi perempuan yang akan berfungsi sebagai laboratorium pengolahan makanan , sehingga akan membantu anggota untuk menambah nilai ke dalam produk mereka. Sementara mereka membuat produksi mereka , mereka benar-benar menenun kekuatan batin mereka. Dengan memperkuat, ini adalah jalan untuk meletakkan dasar lingkungan , persahabatan , dan yang paling penting kehidupan dari desa itu sendiri. Kami mengambil ini dalam kaitannya dengan kemandirian mereka untuk menjadi pimpinan di ruang mereka sendiri dengan memberikan dan mendukung tidak hanya ide-ide mereka , jugamenciptakan hasil produksi pangan dan pertanian mereka serta mendukung pangan lokal dan teknologi yang menjamin keseimbangan alam dan ekologi.

Nomor:
251

Nama Lengkap Inisiator:
Amalia Pulungan

Lokasi:
Cempaka Putih, Jakarta Pusat

Organisasi:
Pan for Women

Judul Proyek:
Informasi Bersama, Menjalankan Produksi Bersama

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Tiga ribu petani dan petani perempuan dengan penekanan pada janda, dan ibu tunggal terdata.

Ukuran Keberhasilan:
• Contact center dihubungi 500 petani dan petani perempuan dalam 1 bulan, yang kemudian meningkat sejalan dengan manfaat yang mereka rasakan;
• SMS dengan metode info blast diterima oleh 500 petani dan petani perempuan dalam 1 bulan; meningkat menjadi minimal 3000 dalam 1 tahun.
• Aplikasi berbasis laman diakses dan dipergunakan oleh 3000 petani, petani perempuan, petugas pertanian dan pembuat kebijakan,daerah dan nasional dalam Jangka 6 bulan.
• Adanya dukungan dari pembuat kebijakan daerah dan pusat terhadap isu pangan lokal yang mendukung produk pangan lokal.
• Adanya kesadaran dan penambahan pengetahuan dari petani khususnya petani perempuan mengenai produksi dan pasca produksi, serta masuknya produksi ke dalam pasar lokal. Hasil pertukaran informasi dari contact center dan aplikasi-aplikasi di atas bisa menghasilkan satu forum yang bisa mendorong kebijakan pertanian lokal untuk petani perempuan di Flores Timur dan sebagai percontohan kedaulatan pangan lokal di Nasional.

Tipe Konten:
Teks, gambar dan audio visual animasi , informasi pertanian dan pangan lokal.

Strategi Distribusi:
– Menggunakan SMS center dengan metode pull info dan push info, di mana banyak petani perempuan menggunakan telepon seluler sederhana maupun smartphone<br /> – Menyiarkan tentang program ini melalui jaringan media lokal seperti stasiun televisi, radio dan koran lokal serta jaringan media social yang ada.<br /> – Hasil dari pendistribusian di atas akan dipublikasikan melalui social media Facebook, Twitter dan halaman Blog, untuk mendapatkan perhatian publik nasional.

Kuantitas Output Konten:
1. SMS Center: 5 per hari untuk info blast (info cuaca, penyimpanan, harga, resep ) 2. 50 per hari untuk keluhan dan pengaduan; 3. Aplikasi berbasis laman : dua puluh petani menggunakan fasilitas chat room untuk bertukar informasi seputar pangan lokal, cuaca, penyimpanan (pergudangan)maupun system sewa gudang , pengolahan, harga, dll. per hari. 4. Sosialisasi program melalui media sosial: 5 tweets dan 2 Facebook share per hari.

Dana yang Diminta:
Rp. 310 Juta

Deskripsi Proyek:
Karena dapur adalah laboratorium di mana perempuan menuangkan kreativitas mereka . Wanita adalah seniman di dapur mereka , di mana mereka mendapatkan kreatif dan mempertahankan keragaman. Pan4women adalah sebuah wadah yang bertujuan untuk menciptakan dapur kolektif bagi perempuan yang akan berfungsi sebagai laboratorium pengolahan makanan , sehingga akan membantu anggota untuk menambah nilai ke dalam produk mereka. Sementara mereka membuat produksi mereka , mereka benar-benar menenun kekuatan batin mereka. Dengan memperkuat, ini adalah jalan untuk meletakkan dasar lingkungan , persahabatan , dan yang paling penting kehidupan dari desa itu sendiri. Kami mengambil ini dalam kaitannya dengan kemandirian mereka untuk menjadi pimpinan di ruang mereka sendiri dengan memberikan dan mendukung tidak hanya ide-ide mereka , jugamenciptakan hasil produksi pangan dan pertanian mereka serta mendukung pangan lokal dan teknologi yang menjamin keseimbangan alam dan ekologi.

Definisi Masalah:
Pulau Adonara dengan luas 519,65 km2 dengan ibukota kabupaten yaitu Larantuka dengan penduduk sebanyak 227.732 jiwa. Secara umum, masyarakat di pulau Adonara bertani dengan pertanian lahan kering karena kondisi geografis dan curah hujan 60-150 hari/tahun. Petani perempuan di wilayah Flores Timur, terutama di Adonara dan Larantuka, perlu mendapatkan pelatihan hak-hak mereka sebagai warga negara untuk mendapatkan informasi yang tepat yang berkaitan dengan produksi dan pasca produksi. Di wilayah Adonara dan Larantuka, ada banyak potensi produksi lokal seperti sorghum, jagung, dan milet, pangan non beras yang bisa ditingkatkan produksinya dan meningkatkan gizi penduduk setempat. Bahkan bisa dikampanyekan sebagai program nasional. Selain informasi produksi dan pasca produksi, mereka juga akan memerlukan cara mengakese ke lembaga pemerintahan dalam masalah pangan dan pertanian.

Cara Mengatasi:
Komunitas yang tinggal di kepulauan Adonara, juga di wilayah Larantuka kebanyakan masih memakai telepon seluler yang sederhana. Walaupun dengan munculnya kehadiran smartphone Android buatan China yang murah, masih dimungkinkan untuk memproduksi beragam konten. Karena itu akan dibuat:<br /> 1. Contact center informasi seputar bertani, tips penjualan hasil tani, informasi tentang pasar petani dan gudang penyimpanan hasil panen, cuaca, pengemasan, dll.;<br /> 2. Aplikasi seluler berbasis SMS blast untuk area yang memiliki jaringan internet yang terbatas. Serta fitur pull dan push info.<br /> 3. Untuk smartphone akan ada tambahan fitur chat room guna berbagi tips seputar info cuaca, resep, pengemasan, cara penjualan yang baik ke sesama petani, video dan permainan edukatif.

Perkembangan Proyek