Leafcoder, Digital Leaf Color Chart

308

308 - Leafcoder, Digital Leaf Color Chart

Leafcoder adalah aplikasi seluler yang mengadopsi konsep Leaf Color Chart (Bagan Warna Daun) untuk memberikan rekomendasi kebutuhan pupuk nitrogen kepada petani padi sesuai dengan kebutuhan tanamannya.

Nomor:
308

Nama Lengkap Inisiator:
Wahyu Rismawan

Lokasi:
Tangerang

Judul Proyek:
Leafcoder, Digital Leaf Color ChartLeafcoder, Digital Leaf Color Chart

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Seluruh penyuluh dan petani padi dan petani padi di Indonesia

Ukuran Keberhasilan:
Piranti lunak digunakan oleh minimal 200 penyuluh padi dari Dinas Pertanian di seluruh Indonesia.

Tipe Konten:
Leafcoder adalah aplikasi piranti lunak yang berjalan pada sistem operasi Android dan Windows Phone yang memiliki kamera dengan spesifikasi minimal 3 Mega Pixel.

Strategi Distribusi:
– Bekerja sama dengan Dinas Pertanian di berbagai daerah untuk melakukan penyuluhan dan penerapan Leafcoder dilapangan.<br /> – Melakukan sosialisasi penggunaan Leafcoder ke penyuluh di berbagai daerah dibantu oleh Dinas Pertanian.<br /> – Melakukan pengujian awal ke beberapa sawah untuk mendapatkan timbal balik terhadap aplikasi Leafcoder. Timbal balik ini digunakan untuk meningkatkan performansi dan akurasi.<br /> – Melakukan survey ke Dinas Pertanian untuk mengkaji permasalahan di lapangan dan menguji Leafcoder apakah dapat membantu meningkatkan produktifitas.

Dana yang Diminta:
Rp. 325 Juta

Deskripsi Proyek:
Leafcoder adalah aplikasi seluler yang mengadopsi konsep Leaf Color Chart (Bagan Warna Daun) untuk memberikan rekomendasi kebutuhan pupuk nitrogen kepada petani padi sesuai dengan kebutuhan tanamannya.

Definisi Masalah:
Berdasarkan survey yang kami lakukan dilapangan, para petani tidak memiliki ukuran tertentu pada saat memberikan pupuk pada tanamannya. Hal ini memungkinkan, terjadinya kelebihan atau kekurangan kebutuhan pupuk pada tanama tersebut.<br /> Penggunaan pupuk yang berlebihan, selain akan memperbesar biaya produksi juga akan merusak lingkungan akibat adanya emisi gas N20 pada proses amonifikasi, nitrifikasi, dan denitrifikasi (Wahid et al. 2003). Sedangkan kekurangan unsur hara dari pupuk, akan menyebabkan tanaman tersebut tidak dapat tumbuh dengan baik.

Cara Mengatasi:
– Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh IRRI (International Rice Research Institute), terdapat dua parameter yang diperhatikan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, yaitu tingkat kehijauan warna daun padi dan waktu yang tepat untuk pemupukan. Hal ini akan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sebanyak 20% – 60%.<br /> – Leafcoder adalah aplikasi ponsel seluler yang akan melakukan perhitungan terhadap citra daun padi untuk memberikan rekomendasi kebutuhan pupuk yang diperlukan.<br /> – Leafcoder memberikan jadwal pemupukan berdasarkan parameter-parameter kondisi penanaman padi, seperti target hasil panen, jumlah pupuk yang dikonsumsi pada panen sebelumnya, waktu mulai penanaman padi.<br /> – Leafcoder mencatat semua data yang dihasilakan dalam setiap panen, seperti banyaknya konsumsi pupuk pada saat pemupukan, hasil panen, dan data petani yang diawasi oleh penyuluh. Data-data ini digunakan oleh penyuluh dari Dinas Pertanian untuk memonitor penanaman padi pada daerah tersebut.

Perkembangan Proyek