Desa 2.0: Sistem Tata Kelola Sumber Daya Desa

324

324 - Desa 2.0: Sistem Tata Kelola Sumber Daya Desa

Gerakan Desa Membangun (GDM) lahir 24 Desember 2011 dipelopori oleh para kepala desa di Banyumas, Tasikmalaya, dan Cilacap untuk menguatkan inisiatif kolektif desa-desa dalam mengelola sumber daya desa dan tata pemerintahan yang baik. Gerakan ini lahir sebagai kritik atas praktik pembangunan perdesaan yang cenderung dari atas ke bawah (top down) dibanding dari bawah ke atas (bottom up). Akibatnya, desa sekadar menjadi objek pembangunan, bukan sebagai subjek pembangunan. Desa tidak kurang diberi kewenangan dalam mengelola sumber daya yang ada di wilayahnya.

GDM menerapkan strategi untuk membangun desa dengan menunjukkan prestasi dan praktik baik pengelolaan desa, baik secara administratif, pelayanan publik, dan pengelolaan program pembangunan. Oleh karena itu, kegiatan GDM bertujuan untuk:

  1. Mendorong penyelenggaraan pelayanan publik yang baik, efektif dan efisien.
  2. Pengembangan tata perencanaan, penganggaran, pelaksanaan pembangunan yang akuntabel dan transparan
  3. Mengelola Sumber Daya Desa yang berkelanjutan dengan kearifan kolektif masyarakat desa
  4. Penerapan teknologi tepat guna secara mandiri dan berbasis sumber terbuka (open source)
  5. Perlindungan warga desa yang migrasi ke luar negeri atau buruh migran

Program Desa 2.0 merupakan gerakan kolektif 1000 desa untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam sistem tata kelola sumber daya desa sehingga terwujud desa yang mandiri dan berdaulat.

Nomor:
324

Nama Lengkap Inisiator:
Yossy Suparyo

Lokasi:
Cilacap

Organisasi:
Gerakan Desa Membangun (GDM)

Judul Proyek:
Desa 2.0: Sistem Tata Kelola Sumber Daya Desa

Lama Aktivitas:
1 tahun (Juni 2014-Mei 2015)

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
1000 desa anggota GDM yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, dan Riau

Ukuran Keberhasilan:
1. Dashboard dan tampilan Sistem Informasi Desa (Mitra Desa) stabil dalam interface mobile atau smartphone sehingga pengelolaan konten desa makin mudah dan fleksibel
2. Ada 100 desa yang telah memanfaatkan Sistem Informasi Desa untuk dukungan tata kelola sumber daya desa, terutama tata pelayanan publik
3. Ada 1000 desa yang memiliki website desa berdomain DESA.ID melalui Program 1000 webdesa gratis periode II

Tipe Konten:
1. Mengolah data keluarga
2. Mengolah data individu penduduk
3. Mengolah data peristiwa kependudukan (lahir, nikah/cerai, perubahan KK, mati, pindah/datang)
4. Mengolah data biodata penduduk (primer, sekunder, tersier)
5. Mengolah data dasar keluarga
6. Mengolah data dasar wilayah desa
7. Formulasi profil desa (dependensi: penduduk, keluarga, wilayah)
8. Statistik Kependudukan (menurut pendidikan, pekerjaan, agama, status perkawinan, status tinggal, golongan darah, piramida penduduk)
9. Data Agregat bisa dipanggil oleh aplikasi pihak ketiga dengan menggunakan modul API
10. Deskripsi produk unggulan desa, informasi terkini yang terjadi di desa, organisasi pemerintahan, laporan desa, laporan keuangan, dan informasi lain menurut UU No 6 tahun 2014 pasal 82 dan 86

Strategi Distribusi:
1. Silaturahmi Desa 2.0 : Setiap anggota wajib melaporkan (notifikasi) bila ada konten baru pada admin GDM sehingga disebarkan ke anggota lainnya untuk menongkrak kunjungan<br /> 2. Penyelenggaraan Festival Desa TIK dan Rembug Desa yang diselenggarakan setiap tahun yang diikuti oleh ratusan desa<br /> 3. Pelatihan dan pengembangan kapasitas desa-desa dalam pemanfaatan TIK di 10 kabupaten<br /> 4. Publikasi di media massa komersil cetak maupun online<br /> 5. Pemanfaatan media jejaring social seperti Facebook dan Twitter

Kuantitas Output Konten:
1. Minimal ada 1 konten (teks dan foto) dalam 1000 website desa setiap minggu 2. Ada 100 desa yang menyelenggarakan layanan administrasi desa dengan dukungan sistem informasi desa 3. Kunjungan website desa meningkat pada angka 300 pengunjung per hari

Dana yang Diminta:
Rp. 793 juta (dikabulkan Rp. 700 juta rupiah)

Deskripsi Proyek:
Gerakan Desa Membangun (GDM) lahir 24 Desember 2011 dipelopori oleh para kepala desa di Banyumas, Tasikmalaya, dan Cilacap untuk menguatkan inisiatif kolektif desa-desa dalam mengelola sumber daya desa dan tata pemerintahan yang baik. Gerakan ini lahir sebagai kritik atas praktik pembangunan perdesaan yang cenderung dari atas ke bawah (top down) dibanding dari bawah ke atas (bottom up). Akibatnya, desa sekadar menjadi objek pembangunan, bukan sebagai subjek pembangunan. Desa tidak kurang diberi kewenangan dalam mengelola sumber daya yang ada di wilayahnya.<br /> <br /> GDM menerapkan strategi untuk membangun desa dengan menunjukkan prestasi dan praktik baik pengelolaan desa, baik secara administratif, pelayanan publik, dan pengelolaan program pembangunan. Oleh karena itu, kegiatan GDM bertujuan untuk:<br /> 1. Mendorong penyelenggaraan pelayanan publik yang baik, efektif dan efisien.<br /> 2. Pengembangan tata perencanaan, penganggaran, pelaksanaan pembangunan yang akuntabel dan transparan<br /> 3. Mengelola Sumber Daya Desa yang berkelanjutan dengan kearifan kolektif masyarakat desa<br /> 4. Penerapan teknologi tepat guna secara mandiri dan berbasis sumber terbuka (open source)<br /> 5. Perlindungan warga desa yang migrasi ke luar negeri atau buruh migran<br /> <br /> Program Desa 2.0 merupakan gerakan kolektif 1000 desa untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam sistem tata kelola sumber daya desa sehingga terwujud desa yang mandiri dan berdaulat.

Definisi Masalah:
1. Sebagian besar desa tidak dapat dukungan infrastruktur TIK sehingga sulit melakukan pengelolaan konten dan data desa secara rutin<br /> 2. Sedikit anggota GDM yang sudah memanfaatkan sistem informasi desa (mitra desa) dalam tata pemerintahan desa akibat minimnya dukungan pelatihan dan pengembangan kapasitas<br /> 3. Pengarusutamaan informasi produk unggulan desa melalui website desa masih terkendala bandwidth rendah

Cara Mengatasi:
1. Pengembangan Dashboard Sistem Informasi Desa (Mitra Desa) dalam interface Smartphone atau Tablet sehingga pengelolaan konten dan data desa makin mudah dan fleksibel<br /> 2. Pelatihan, pengembangan modul, dan instalasi Mitra Desa untuk 100 desa anggota GDM di Banyumas, Ciamis, Cilacap, Majalengka, Lampung dan Riau<br /> 3. Pengarusutamaan informasi produk unggulan desa melalui Program 1000 website desa gratis periode II

Perkembangan Proyek